Bloomberg News
Bloomberg, Raksasa platform belanja online (e–commerce) Temu dan Shein mengalami penurunan penjualan dalam sepekan setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membatalkan pembebasan bea masuk untuk paket-paket kecil, yang selama ini menjadi andalan mereka. Hal ini mengisyaratkan adanya dampak negatif bagi konsumen AS yang sebelumnya berbondong-bondong membeli barang-barang murah mereka.
Penjualan Shein di AS turun antara 16-41% selama lima hari sejak 5 Februari, sementara Temu milik PDD Holdings Inc. mencatat penurunan 32% selama periode tersebut, menurut Bloomberg Second Measure, yang menganalisa data kartu kredit dan kartu debit.
Meskipun penurunan yang terjadi sejauh ini hanya sebesar penurunan tradisional pasca-Natal dalam pembelanjaan marketplace, hal ini membalikkan tren pertumbuhan yang terlihat pada akhir Januari, dan telah berlangsung hingga 9 Februari, tanggal terakhir di mana data tersedia.
Sepanjang tahun lalu, perusahaan-perusahaan termasuk Shein dan Temu mengirimkan paket-paket kecil senilai US$46 miliar (sekitar Rp753,25 triliun) ke AS, menurut perkiraan Nomura Holdings Inc.

Penurunan belanja dimulai sehari setelah Trump mengatakan bahwa paket di bawah US$800 dari China tidak akan lagi dibebaskan dari bea cukai, kategori yang mencakup sebagian besar pengiriman Shein dan Temu ke konsumen AS.
Meski pencabutan tersebut belum diterapkan, pembeli mungkin akan menunda transaksi mereka karena khawatir akan dikenakan biaya tambahan.
Faktor-faktor lain seperti musim, persaingan pasar, dan perubahan ekonomi makro juga dapat memengaruhi penjualan.
Kebijakan tarif Donald Trump buat harga Bitcoin melandai
Kedua peritel online asal China tersebut, yang telah memanfaatkan aturan paket kecil untuk mengirimkan barang murah ke konsumen AS tanpa membayar tarif.
Selama ini strategi tersebut mampu mempercepat upaya mereka untuk mengurangi dampak tarif baru AS. Shein dikatakan meminta beberapa pemasok pakaiannya —utamanya di China— untuk menyiapkan kapasitas produksi baru di Vietnam, sementara Temu menyerahkan kendali substansial atas rantai pasokannya di China dengan apa yang disebut sebagai kerangka kerja “de minimis”, demikian laporan Bloomberg News sebelumnya.
Tarif baru Trump atas China telah menimbulkan kekacauan, memicu gangguan pengiriman dan kenaikan harga selama seminggu terakhir.
Android Google kena 'getah' imbas perang tarif AS-China?
Setelah penghapusan aturan “de minimis” minggu lalu, Layanan Pos AS pada awalnya mengatakan tidak akan lagi menerima paket masuk dari China dan Hong Kong, hanya untuk membalikkan posisinya kurang dari sehari kemudian.
Donald Trump mengatakan hari Sabtu bahwa penghapusan pengecualian bebas bea akan ditunda sampai sistem yang memadai tersedia untuk mengumpulkan pendapatan tarif.
(bbn)