Bloomberg Technoz, Jakarta - Bursa saham Asia berjatuhan terimbas perang tarif yang dipicu oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan memicu upaya pembalasan dari negara-negara yang ia bidik.
Bursa saham di Hong Kong, indeks Hang Seng dibuka ambrol nyaris 1%, tepatnya anjlok 0,9% pada pembukaan Senin pagi ini, dilansir dari data realtime Bloomberg.
Kejatuhan Hang Seng mengekor rontoknya harga saham-saham di bursa Jepang dan Korea Selatan juga di hampir semua belahan dunia.
Sentimen risk-off membuat pelaku pasar memencet tombol panic selling dan berlari merapat dolar AS, yang kini diposisikan sebagai safe haven kala gejolak pasar makin tajam.
Bukan hanya Hang Seng yang merah, bursa Taiwan, indeks Taipex, bahkan dibuka ambrol 4,21%. Bursa saham di China, CSI 300 turun 0,41%, Shanghai 0,06%, Shenzhen 1,30%.
Nikkei Jepang juga ambrol lebih dari 2%. Sedangkan bursa saham Korea Kospi dan Kosdaq saat ini sudah tergerus hampir 3%.
Pasar keuangan global tergulung sentimen risk-off di hampir semua kawasan karena memanasnya perang tarif antara AS dengan negara-negara yang ia bidik, mulai dari China, Kanada, juga Meksiko.
Negara-negara itu tak terima dengan perlakuan Trump dan bersiap membalas dengan pengenaan tarif yang sama. China juga berniat membawa masalah perang tarif itu ke World Trade Organization yang mengatur perdagangan global.
Yang terbaru, Trump juga mengancam Uni Eropa dengan penerapan tarif serupa.
(rui)