Rosan Bicara Nasib Proyek EBT Usai AS Cabut dari Paris Agreement
Pramesti Regita Cindy
31 January 2025 12:15

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani mengatakan keluarnya Amerika Serikat (AS) dari Paris Agreement (Perjanjian Paris) tidak akan berpengaruh pada proyek Energi Baru Terbarukan (EBT) yang banyak mendapat pendanaan dari investor asing.
Menurut Rosan, Indonesia sudah memiliki komitmen untuk karbon netral (net zero emission) pada 2060, bahkan lebih cepat dari itu dan dukung dari investor asing masih cukup tinggi rencana tersebut.
“Saya kira tetap commit di situ, pemerintah sudah punya planning (rencana). Misalnya, pemakaian dari energi baru terbarukan (EBT) itu akan meningkat secara bertahap. Tahun 2025 kalau tidak salah targetnya 23%, kemudian 2030 hampir 50%. Komitmen ini akan terus dilaksanakan, akan terus dijalankan, karena memang itu adalah tren dunia,” ujar Rosan di Jakarta, Jumat (31/1/2025).
Rosan meyakini bahwa pendanaan untuk proyek EBT Indonesia masih cukup besar apalagi ditambah dengan imbal hasil (yield) yang sangat menarik. Salah satu yang akan dilirik adalah kendaraan listrik yang menjadi tren dunia.

“Menurut Saya, kita akan commit terus melakukan itu, karena kita sudah punya komitmen pada 2060 untuk menerapkan net zero emission,” terangnya.