Logo Bloomberg Technoz

Investasi Hilirisasi Mineral Rp407,8 T di 2024, Nikel Tertinggi

Pramesti Regita Cindy
31 January 2025 10:22

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani (tengah) saat bertemu dengan Perdana Menteri (PM) Singapura. (BKPM)
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani (tengah) saat bertemu dengan Perdana Menteri (PM) Singapura. (BKPM)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kementerian Investasi dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyampaikan investasi hilirisasi pada 2024 mencapai Rp407,8 triliun atau 23,8% dari total realisasi investasi. Dimana hilirisasi sektor mineral, khususnya smelter nikel, tercatat memberikan kontribusi terbesar. 

“Di kuartal IV angkanya sempat agak tinggi hampir 29%, kita harapkan kontribusi dari hilirisasi ini terus meningkat. Kami meyakini ini akan terus meningkat karena ini (hilirisasi) menjadi salah satu program prioritas di bawah kepemimpinan bapak Presiden Prabowo,” kata Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan P Roeslani , dalam konferensi pers Capaian Realisasi Investasi TW IV Tahun 2024, Jumat (31/1/2025). 

Dalam paparannya, Rosan menyampaikan investasi untuk smelter mencapai Rp245,2 triliun, yang terdiri dari smelter nikel Rp153,2 triliun, smelter tembaga Rp68,5 triliun, smelter bauksit Rp21,8 triliun dan smelter timah Rp1,6 triliun. Hilirsasi dari minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan oleochemical mencapai Rp67,1 triliun.

Lalu hilirisasi di pulp and paper mencapai Rp64 triliun dan baterai kendaraan listrik Rp8,4 triliun.

Realisasi investasi sektor mineral

“Dari mineral memang masih paling tinggi. Nikel yang mempunyai kontribusi sangat baik, sejak kita memulai hilirisasi di nikel ini. Ada juga tembaga, bauksit dan timah. Kita harapkan ada hilirisasi dari mineral lainya,” kata Rosan.