Michael Olukayode—Bloomberg News
Bloomberg, Nigeria telah resmi bergabung menjadi anggota pada kelompok negara-negara berkembang BRICS. Negara-negara lain yang telah bergabung termasuk Mesir, Ethiopia, Indonesia, dan Uni Emirat Arab (UEA).
BRICS, yang merupakan singkatan dari Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan, telah berusaha menunjukkan ekspansi dalam beberapa tahun terakhir seiring dengan meningkatnya pengaruh aliansi ini.
Penambahan anggota dapat menantang dominasi dolar dalam perdagangan minyak dan gas dan menjadi penyeimbang yang lebih kuat untuk Kelompok G7.
"Pemerintah Federal Nigeria telah menerima undangan untuk bergabung dengan BRICS sebagai negara mitra,” menurut pelaksana tugas juru bicara Kementerian Luar Negeri, Kimiebi Ebienfa, dalam keterangannya Sabtu waktu setempat.
“Penerimaan resmi untuk berpartisipasi sebagai negara mitra menggarisbawahi komitmen Nigeria untuk membina kolaborasi internasional, meningkatkan peluang ekonomi, dan memajukan kemitraan strategis yang selaras dengan tujuan pembangunan Nigeria.”
“BRICS, sebagai sebuah kelompok negara-negara berkembang utama, menyajikan sebuah platform yang unik bagi Nigeria untuk meningkatkan perdagangan, investasi, dan kerja sama sosio-ekonomi dengan negara-negara anggota,” tambah Ebienfa.

Nigeria, negara dengan jumlah penduduk terpadat di Afrika, tengah berjuang melawan inflasi yang melonjak dan akan mengeluarkan peraturan baru untuk menyederhanakan sistem perpajakannya.
Tingkat pengumpulan pajak saat ini adalah salah satu yang terendah di dunia, menurut Bank Dunia (World Bank), sehingga membatasi keuangan publik Nigeria dan membatasi kemampuannya untuk berinvestasi pada layanan-layanan penting dan infrastruktur.
Bulan lalu, Cina dan Nigeria memperbarui perjanjian pertukaran mata uang senilai 15 miliar yuan atau US$2 miliar, yang dirancang untuk meningkatkan perdagangan dan investasi antara kedua negara.
(bbn)