Bloomberg Technoz, Jakarta – Program subsidi pembelian kendaraan listrik, khususnya sepeda motor listrik, ternyata tidak berjalan sesuai harapan. Sebab, masih ada pabrikan sepeda motor listrik yang belum siap memenuhi permintaan masyarakat.
Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut pabrikan yang belum siap memenuhi permintaan itu adalah PT Wika Industri Manufaktur atau Gesits. Hal itu dia ungkapkan usai mendatangi Reuni 45 Tahun Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) di The Westin Jakarta, Selasa (9/5/2023).
“Sudah jalan [program] subsidinya. Saya baru tanta Gesits. Ternyata Gesits belum siap, padahal kan saya tahu sudah berapa sekarang yang dibuat oleh Kementerian ESDM [Energi dan Sumber Daya Mineral] untuk penggantian engine [konversi ke sepeda motor listrik],” katanya.
Luhut mendorong pabrikan yang sudah memenuhi persyaratan untuk mendapatkan subsidi pembelian kendaraan listrik, khususnya sepeda motor listrik untuk bisa segera memenuhi permintaan masyarakat. Sebab, dia sudah mati-matian memperjuangkan pemberian subsidi yang nilai totalnya mencapai Rp7 triliun untuk sepeda motor dan mobil listrik itu.
“Electric vehicle [kendaraan listrik] itu saya dorong habis-habisan. Saya kadang berkelahi dengan Kemenkeu. Mereka bilang, wah ini insentif. Ini kan carbon emission harus kita dorong, kasih insentif juga. Kita harus secepat mungkin membuang bus, sepeda motor, sama mobil yang karbon emisinya tinggi,” tuturnya.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyebutkan delapan perusahaan yang merupakan produsen 13 model sepeda motor listrik yang dinyatakan lolos persyaratan untuk mengikuti program bantuan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB).
Berdasarkan data Kemenperin yang diterima Bloomberg Technoz, Senin (20/3/2023), delapan perusahaan dinilai telah memenuhi syarat tingkat komponen dalam negeri (TKDN) minimal 40% sehingga berhak menerima bantuan penjualan senilai Rp7 juta per unit untuk sepeda motor listrik baru maupun konversi.
Delapan perusahaan itu adalah:
1. PT Wika Industri Manufaktur dengan model kendaraan yang lolos kriteria yaitu Gesits G1 A/T (TKDN 46,72%)
2. PT Terang Dunia Internusa dengan model kendaraan United T1800 A/T (TKDN 54%), United TX3000 A/T (TKDN 57%), dan United TX1800 A/T (TKDN 57%)
3. PT Smoot Motor Indonesia dengan model kendaraan Smoot elektrik Tempur (TKDN 47,61%) dan Smoot elektrik Zuzu (TKDN 47,88%)
4. PT Volta Indonesia Semesta dengan model kendaraan Volta 401 (TKDN 4,36%)
5. PT Juara Bike dengan model SELIS E-Max (TKDN 53,69%) dan SELIS Agats (TKDN 53,37%)
6. PT Triangle Motorindo dengan model VIAR New Q1 (TKDN 50,26%).
7. PT Artas Rakata Indonesia dengan model Rakata X5 (TKDN 54,17%) dan Rakata S9 (TKDN 55,78%)
8. PT Hartono Istana Teknologi dengan model Polytron PEV 30M1 A/T (TKDN 45,31%).
(rez/wdh)