Logo Bloomberg Technoz

Harga CPO Diramal Naik, Ongkos Biodiesel B40 Bisa Makin Mahal

Redaksi
02 January 2025 11:30

Tangki penyimpanan biodiesel berbahan dasar kelapa sawit di Maribaya, Jawa Barat, Indonesia./Bloomberg-Dimas Ardian
Tangki penyimpanan biodiesel berbahan dasar kelapa sawit di Maribaya, Jawa Barat, Indonesia./Bloomberg-Dimas Ardian

Bloomberg Technoz, Jakarta – Lonjakan harga minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) pada 2024, yang diperkirakan berlanjut hingga 2025, berisiko mengerek biaya produksi biodiesel pada saat pemerintah mengimplementasikan B40 mulai tahun baru.

Sekadar catatan, produksi biodiesel di Indonesia turut dibiayai oleh dana hasil pungutan ekspor (PE) CPO yang dikelola oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Dida Gardera mengatakan, untuk membayar subsidi biodiesel, dana yang  dikumpulkan dari PE CPO kemungkinan akan kurang mengingat pergerakan harga CPO saat ini.

Dida menambahkan biodiesel B40 hanya akan disubsidi untuk sektor layanan publik atau public service obligation (PSO) — sekitar 7,5 juta kiloliter — mengingat biayanya yang lebih tinggi. Artinya, pengecer bahan bakar harus menanggung biaya tersebut atau meneruskannya kepada konsumen.

Adapun, implementasi B40 pada 2025 sebelumnya diperkirakan menghabiskan biaya Rp47 triliun.

Uji coba biodiesel B40./dok. Kementerian ESDM