Rupiah Kian Terancam, BI Tak Punya Banyak Pilihan Selain Bertahan
Ruisa Khoiriyah
18 December 2024 07:30

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kinerja rupiah yang semakin memprihatinkan belakangan, mempersempit ruang bagi Bank Indonesia untuk melonggarkan kebijakan moneter, bahkan ketika berbagai indikator memperlihatkan perekonomian domestik sebenarnya membutuhkan penurunan bunga acuan.
Rupiah ditutup di level Rp16.065/US$ di pasar spot domestik kemarin, mencerminkan pelemahan 0,41% dibanding hari sebelumnya, berdasarkan data Bloomberg. Sementara kurs tengah Bank Indonesia (JISDOR), kemarin tertekan di Rp16.050/US$.
Setelah level psikologis utama tertembus, level terlemah pada 30 Juli lalu di Rp16.325/US$ akan menjadi titik penting yang akan dicermati oleh para trader di pasar valuta.
Rupiah yang rentan akibat dolar Amerika Serikat (AS) yang makin digdaya, mengekang tangan bank sentral untuk melanjutkan pelonggaran. Rapat Dewan Gubernur BI yang digelar sejak kemarin dan dijadwalkan akan mengumumkan keputusan siang nanti, diperkirakan akan menghasilkan vonis 'tahan' untuk BI rate di level 6%.
Mengacu konsensus yang dihelat oleh Bloomberg, sebanyak 15 dari 27 ekonom yang disurvei, memperkirakan BI rate tetap di 6%. Namun, 12 orang di antaranya memperkirakan BI rate berpeluang dipangkas 25 bps jadi 5,75%.