Logo Bloomberg Technoz

Bloomberg Technoz, Jakarta - Merger antara XL Axiata (EXCL) dan Smartfren (FREN) diyakini akan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan Average Revenue Per User (ARPU) di Indonesia.  Sejak periode 2013 hingga 2023 terjadi kenaikan Rp30.000 menjadi Rp41.000 ARPU.

Menurut Group Chief Executive Officer Axiata Group (EXCL), Vivek Sood, dengan penggabungan kedua perusahaan, portofolio spektrum akan menjadi lebih seimbang, menyerupai struktur spektrum dari operator besar lainnya di Indonesia.

Keputusan penggabungan dua entitas provider seluler ini, lanjut Viviek, akan memberikan posisi strategis untuk bersaing di pasar seluler yang semakin kompetitif.

"Dan ini juga akan memungkinkan kita untuk meningkatkan jaringan dan memberikan pengalaman yang jauh lebih baik," ujar Viviek di Jakarta, dikutip Kamis (12/12/2024). 

Dalam paparan, Viviek menunjukkan, ARPU di Indonesia masih relatif rendah dibandingkan negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara.

ARPU Indonesia hanya mencapai 0,6% dari GDP per kapita, jauh di bawah negara seperti Kamboja (1,9%) atau Vietnam (1,2%). 

Ilustrasi pengguna provider seluler XL Axiata atau EXCL. (Dok: Bloomberg)

Presentasi ARPU Indonesia dari GDP per kapita tergolong rendah di kawasan Asia:

  1. Kamboja 1,9%
  2. Vietnam 1,2%
  3. Thailand 1,1%
  4. India 0,9%
  5. Filipina 0,8%
  6. Malaysia 0,8%
  7. Indonesia 0,6%
  8. Bangladesh 0,6%
  9. Sri Langka 0,4%

Namun, tren positif terlihat setelah beberapa merger sebelumnya, seperti antara XL dan Axis pada 2013–2014 yang meningkatkan ARPU hingga 4,3%. Kemudian, penggabungan Indosat dan Tri pada 2021–2022 yang berkontribusi pada kenaikan ARPU hingga 6,9%.

Merger juga disebut akan membantu meningkatkan daya saing industri telekomunikasi di Indonesia.

Dengan jaringan yang lebih baik dan kapasitas spektrum yang optimal, pelanggan diharapkan dapat menikmati kualitas layanan yang lebih tinggi, baik dari sisi kecepatan internet maupun kestabilan koneksi.

"Ini memberikan kita situasi yang jauh lebih baik untuk berinvestasi dan juga memberikan pengalaman yang lebih baik bukan hanya untuk pelanggan yang ada, tetapi juga untuk mengembangkan jaringan yang jauh lebih baik untuk dengan operator di pasar," tuturnya. 

Sekadar catatan, FREN memiliki frekuensi 850 Mhz dan 2.300 Mhz, sedangkan EXCL 900 Mhz, 1.800 Mhz dan 2.100 Mhz. XL juga sudah menggenggam sertifikat operasional untuk menerapkan 5G jaringan di Indonesia sejak Agustus 2018.

Selain itu, Semakin tinggi nilai ARPU menjadi indikasi potensi bisnis sebuah operator seluler semakin baik.

Adapun rata-rata ARPU Telkomsel pada 2024, Rp45.300, sedikit turun dibandingkan raihan akhir tahun lalu. Sementara pada urutan kedua ada Indosat Ooredoo Hutchison Rp37,7 ribu per sembilan bulan ini, naik 8,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

ARPU XL Axiata per Juni ada di Rp44.000, berkat dukungan pertumbuhan pelanggan berbasis data sebesar 13% dan turun menjadi Rp43.000 hingga akhir kuartal III-2024. Semakin tinggi nilai ARPU menjadi indikasi potensi bisnis sebuah operator seluler semakin baik.

(prc/wep)

No more pages