Bloomberg Technoz, Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) buka suara dalam upaya menyikapi penyakit misterius mirip flu yang terjadi di Republik Demokratik, Kongo.
Upaya yang dilakukan oleh Kemenkes RI dan Imbauan Publik, pertama memantau perkembangan kasus dan memutakhirkan informasi dari wabah tersebut melalui kanal komunikasi resmi Kemenkes RI.
Kedua, membuat disease alert terkait wabah tersebut di situs resmi Kemenkes RI dengan tautan: https://infeksiemerging.kemkes.go.id/ , pada kolom notifikasi terkini.
Ketiga, pemerintah belum melakukan pembatasan atau pengaturan khusus untuk perjalanan ke luar negeri. Namun demikian masyarakat diimbau agar meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi para pelaku perjalanan ke luar negeri.
Keempat, masyarakat agar tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) antara lain dengan rajin mencuci tangan, cukup aktivitas fisik, konsumsi makanan bergizi, dll.
Sebelumnya, Republik Demokratik, Kongo mengonfirmasi sebuah wabah di Zona Kesehatan Panzi, Provinsi Kwango yang belum diketahui penyebabnya sejak 24 Oktober 2024.
Per 4 Desember 2024, kejadian ini telah menyebabkan 376 kasus dan 79 kematian dengan sebagian juga menyerang anak usia di bawah 5 tahun.
Gejala yang dilaporkan pada kasus adalah demam, sakit kepala, pilek dan batuk, kesulitan bernafas, dan anemia. Wabah terjadi di wilayah yang memiliki akses pelayanan kesehatan yang terbatas.
Respon Wabah oleh Otoritas Kesehatan di RD Congo:
1. Otoritas Kesehatan setempat telah menurunkan tim gerak cepat di lokasi tsb.
2. Melakukan manajemen kesehatan masyarakat pada kasus yang dilaporkan.
3. Pengambilan sampel pada kasus untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium.
4. Melakukan investigasi untuk mengetahui sumber penularan.
(dec/spt)