Logo Bloomberg Technoz

Jason Gale dan Janice Kew—Bloomberg News

Bloomberg, Lebih banyak kasus penyakit misterius mirip flu yang diberi label “Penyakit X” dilaporkan terjadi di Republik Demokratik Kongo. Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) telah mengirimkan tim reaksi cepat untuk membantu penyelidikan.

Sejak 24 Oktober, 406 kasus penyakit tak dikenal - ditandai dengan demam, sakit kepala, batuk, pilek, dan nyeri tubuh - telah dilaporkan hingga 5 Desember di zona kesehatan Panzi di barat daya Kongo, kata WHO pada hari Minggu dalam sebuah pernyataan.

Kasus penyakit yang misterius tak teridentifikasi ini semakin meningkat, dari 376 kasus yang diumumkan minggu lalu. Sementara lebih dari separuh kasus melibatkan anak-anak di bawah usia 5 tahun, seorang wisatawan pria berusia 50 tahun yang dirawat di rumah sakit di Lucca, Italia, diduga telah sembuh dari penyakit tersebut, Il Tempo melaporkan.

Tiga puluh satu kematian telah dicatat, turun dari 79 kematian yang dilaporkan minggu lalu, menurut WHO. Wabah ini berpusat di daerah pedesaan terpencil di provinsi Kwango, di mana kondisi jalan yang buruk dan hujan lebat menyebabkan dibutuhkan waktu hampir 48 jam untuk mencapainya dari Kinshasa.

Tantangan dalam mengakses wilayah tersebut telah menghambat upaya untuk mengkonfirmasi kematian terkait dengan penyakit ini. 

Semua kasus yang parah melibatkan individu yang menderita malnutrisi parah, sehingga menambah kerumitan dalam mengidentifikasi sumber penularan.

“Banyaknya tantangan ini, ditambah dengan terbatasnya diagnosis di wilayah tersebut, telah menunda identifikasi penyebab utama,” kata WHO.

“Tim sedang mengumpulkan sampel untuk pengujian laboratorium, memberikan karakterisasi klinis yang lebih rinci dari kasus-kasus yang terdeteksi, menyelidiki dinamika penularan, dan secara aktif mencari kasus-kasus tambahan, baik di dalam fasilitas kesehatan maupun di tingkat masyarakat.”

Peta persebaran penyakit misterius.

Pneumonia akut, influenza, Covid-19, campak, dan malaria dianggap sebagai faktor penyebab potensial berdasarkan tanda dan gejala yang dialami pasien, kata WHO.

Lembaga PBB ini lantas bilang bahwa tim tanggap darurat membantu merawat pasien dan meningkatkan kesadaran akan wabah di masyarakat yang terkena dampak. 

Malaria adalah penyakit yang umum di daerah tersebut, dan mungkin menyebabkan atau berkontribusi terhadap kasus-kasus tersebut, kata badan kesehatan PBB itu.

“Tes laboratorium sedang dilakukan untuk menentukan penyebab pastinya. Pada tahap ini, ada kemungkinan lebih dari satu penyakit yang berkontribusi terhadap kasus dan kematian.”

(bbn)

No more pages