Bloomberg Technoz, Jakarta – PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) mengumumkan pengunduran diri Tjandra Gunawan dari posisinya sebagai Direktur Utama. Permohonan pengunduran diri tersebut telah diterima dan akan disahkan pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Juni 2023.
"Perjalanan saya di BNC merupakan salah satu momen yang saya banggakan dan akan terus saya kenang. Saya [merasa] terhormat dapat bekerja bersama dengan para karyawan yang kami sebut sebagai Neobankers yang telah bekerja dengan sungguh-sungguh, sehingga akhirnya tujuan yang kami impikan dapat terwujud," jelas Tjandra Gunawan melalui siaran resminya Rabu (3/5/2023).
Emiten bank digital berkode saham BBYB itu akan menyelenggarakan RUPS pada Juni 2023 berkaitan dengan pengunduran diri Tjandra.
Direktur Bisnis Bank Neo Commerce Aditya W. Windarwo menegaskan pengunduran diri ini tidak memberikan dampak terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha perseroan.
BBYB kembali mencatatkan rugi bersih Rp789,06 miliar sepanjang 2022. Kerugian ini menurun dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya atau secara year on year (yoy) yang tercatat Rp982,24 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, kerugian ini didorong oleh kenaikan sejumlah beban. Peningkatan beban tertinggi pada pos Kerugian Penurunan Nilai Aset Keuangan (impairment), dari Rp178,91 miliar pada 2021 naik enam kali lipat menjadi Rp1,07 triliun pada 2022.
Perseroan juga mencatat peningkatan beban lainnya dari Rp542,85 miliar pada 2021 naik 147% menjadi Rp1,34 triliun pada 2022. Emiten bank digital ini mencatatkan penurunan beban promosi dari Rp535,97 miliar pada 2021 menjadi Rp284,2 miliar pada 2022.
(krz/wdh)