Bloomberg Technoz, Jakarta - Pasangan calon nomor urut 01 Pilkada DKI Jakarta Ridwan Kamil-Suswono juga mengumbar sederet janji saat memberikan pidato pada kampanye akbarnya di Lapangan Banten, Jakarta Pusat, Sore ini. Keduanya mengklaim mampu menuntaskan sebagian besar masalah utama yang kerap terjadi di ibu kota; termasuk kemacetan dan banjir.
Pada awalnya, Ridwan Kamil berjanji akan mewujudkan janji kampanyenya untuk memberikan program sekolah swasta gratis, melanjutkan kartu jakarta pintar (KJP), meningkatkan biaya operasional RT dan RW, hingga menghilangkan pengangguran.
“Mulai tahun depan bapak ibu akan hidup lebih mudah. Sekolah swasta digratiskan, KJP dilanjutkan, operasional RT RW dinaikkan, posyandu, jumantik, dasawisma dibesarkan, pengangguran dihilangkan,” kata Ridwan dalam kampanye akbar bertajuk 'Konser Satu1n Jakarta' di Lapangan Banteng, Sabtu (23/11/2024).
Dalam kesempatan yang sama, Suswono mengatakan, jika terpilih paslon tersebut akan memberikan sembako murah setiap bulan. Kemudian kredit tanpa bunga disertai dengan akses yang cepat dan mudah.
Tidak hanya itu, pasangan yang didukung koalisi gemuk Koalisi Indonesia Maju (KIM) plus itu akan menanam 3 juta pohon di Jakarta untuk mengurangi polusi dan mengurangi cuaca yang panas. Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu berjanji akan menyelesaikan persoalan klasik Jakarta seperti kemacetan dan banjir.
“Oleh karena itu jangan ragu-ragu lagi. Ridwan Kamil orang berpengalaman menjadi Wali Kota Bandung, Gubernur Jawa Barat, insya allah memimpin Jakarta bukan hal yang sulit dan insya allah akan cepat memajukan Jakarta,” ucap Suswono.
Sebelumnya, kampanye akbar Ridwan-Suswono akan dihadiri tokoh populer Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi). Akan tetapi, keduanya justru tak hadir pada acara yang dikepung dengan awan gelap tersebut.
Berdasarkan perhitungan, kampanye pasangan ini belum usai karena Pilkada DKI Jakarta berpotensi berlanjut ke putaran kedua. Hal ini didasarkan pada sejumlah hasil survei yang menunjukkan belum ada satu pun pasangan calon yang mampu menembus 50%+1 suara.
Keterlibatan Jokowi bersama sejumlah tokoh KIM Plus berpotensi akan terjadi pada kampanye putaran kedua yang mempertemukan langsung atau head to head dengan jagoan PDIP, Pramono Anung-Rano Karno.
(mfd/frg)