Bloomberg Technoz, Jakarta - Kinerja keuangan dari emiten konglomerat Prajogo Pangestu, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) hingga periode akhir kuartal-II 2024 tercatat stagnan, dengan penurunan pendapatan dan laba yang hanya naik tipis.
Menyitir laporan keuangannya, laba bersih BREN US$84,51 juta atau setara Rp1,32 triliun ((asumsi kurs saat ini) hingga September 2024. Artinya hanya naik sebesar 2,31% secara tahunan atau year on year (yoy) dari sebelumnya US$82,60 juta (Rp1,29 triliun).
Total pendapatan juga tercatat turun0,89% yoy menjadi sebesar US$441,2 juta (Rp6,93 triliun dari sebelumnya US$445,2 juta (Rp6,99 triliun), akibat adanya gangguan operasional.
"Segmen geotermal mengalami gangguan, yang mempengaruhi total output pembangkitan," ujar Direktur Utama BREN Hendra Soetjipto Tan dalam siaran resminya, dikutip Kamis (31/10/2024).
Meski demikian perseroan memastikan penyelesaian gangguan tersebut berhasil diselesaikan pada September 2024, yang diklaim dapat meminimalkan waktu henti dan membuka peluang untuk peningkatan kinerja geotermal ke depannya.
"Sementara itu, segmen energi angin mempertahankan kinerja yang stabil, menghasilkan 180,2 MWh [Megawatt Hour] selama sembilan bulan 2024, berkontribusi pada stabilitas hasil keseluruhan perusahaan," ujar Hendra.
Sementara itu, total aset hingga akhir September 2024 tercatat mencapai US$3,78 miliar, atau mengalami kenaikan 7,9% dibandingkan posisi akhir Desember 2023 yang sebesar US$3,50 miliar.
Liabilitas dan ekuitas BREN masing-masing sebesar US$3,04 miliar dan US$736,5 juta.
(wep)