Logo Bloomberg Technoz

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Pengawas dan Obat Makanan (BPOM RI) kembali menyita produk kosmetik ilegal. Kali ini produksi kosmetik tersebut diimpor dari China dan mengandung bahan berbahaya yang memicu kanker hati.

Lalu bagaimana membedakannya antara kosmetik ilegal dan legal? Padahal kini banyak di marketplace yang menjual kosmetik dengan embel-embel label BPOM.

Menurut Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI), Taruna Ikrar menginformasikan bahwa masyarakat harus cerdas dalam mengecek produk kosmetik yang ingin dibeli. Pertama kata dia, untuk melakukan cek klik.

"Klik pertama adalah lihat apa yang disebut dengan cek kemasan, itu yang pertama.Jadi, kita perlu cek kemasan. K-nya ya, klik. L-nya, lihat apa yang disebut dengan labelnya. Labelnya itu mencurigakan. Ya, misalnya mencurigakan begini, nomornya kan, misalnya kalau produk domestik dengan produk ini, bisa dilihat nomornya bisa dicek di label itu. Kemudian, izin edar, nomornya itu harus jelas," kata Taruna dalam konferensi pers.

Lebih lanjut Taruna mengatakan mau jenis produk apa pun itu, apakah itu produk kosmetik, apakah itu produk obat, produk makanan pasti selalu ada tertera tenggat waktu atau biasa disebut kedaluwarsa.

"Tidak ada barang produk yang bisa dipakai selamanya, kan? Jadi, kemasan, label, izin edar, dan kedaluwarsa, itu perlu dicek. Dan pada saat di-scan, kan ada barcode biasanya di-scan, kalau dia, kita temukan beberapa saat ada yang setelah di-scan, dia masuk ke Facebook,"kata Taruna.

"Habis di-scan, dia masuk ke website yang tidak tahu dari mana. Itu tandanya palsu, sebab kalau BPOM di-scan, dia langsung masuk ke website kami. Dan di situ tercantum nomor, tercantum kemasan, tercantum masa kadaluarsa, izin edar," tambah Taruna.

Taruna mengingatkan bagi masyarakat menemukan atau mencurigai adanya peredaran atau penggunaan kosmetik ilegal dan mengandung bahan berbahaya, masyarakat dapat melaporkan kepada BPOM melalui Contact Center HALOBPOM 1500533 atau Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Balai Besar/Balai/Loka POM di seluruh Indonesia.

(dec/spt)

No more pages