Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Sesi I di zona merah. IHSG melemah 30,69 poin atau ambles 0,39% ke level 7.756,87 pada Kamis (24/10/2024). Saham UNVR, GOTO, dan INCO jadi pemberat.
Pada perdagangan Sesi I IHSG bergerak terus melemah dengan rentang perdagangan terjadi pada level 7.794,86 – 7.754,36.

Data perdagangan Bursa Efek Indonesia menunjukkan nilai perdagangan mencapai Rp5,78 triliun dari sejumlah 15,16 miliar saham yang ditransaksikan. Dengan frekuensi mencapai 868 ribu kali perdagangan.
Sementara kurs Rupiah berhasil menguat 0,28% ke kisaran Rp15.583/US$ pada pukul 12.10 WIB.
Saham-saham barang baku, dan saham energi menjadi pemicu pelemahan IHSG dengan tertekan mencapai 1% dan 0,85%. Disusul oleh saham-saham properti yang drop 0,71%. Sedangkan, saham kesehatan ikut melemah 0,62%.
Koreksi pada saham barang baku didukung oleh anjloknya harga saham PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) drop 9,55%, dan saham PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) yang turun 8,92%. Serta saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) drop 6,28%.
Adapun saham-saham energi juga jadi pendorong pelemahan IHSG, saham PT Artha Mahiya Investama Tbk (AIMS) drop 19,6% dan saham PT Ulima Nitra Tbk (UNIQ) juga terjebak di zona merah dengan penurunan 9,91%. Serta saham PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) drop 5,56%.
Sementara indeks saham LQ45 yang berisikan saham-saham unggulan juga ikut melemah dan menetap di zona merah, dengan kehilangan 2,90 poin atau anjlok 0,30% ke posisi 951,85.
Saham-saham unggulan LQ45 yang juga bergerak pada teritori negatif dan menyeret IHSG di zona merah antara lain, saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) terjatuh 7,73%, saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) ambles 2,70%. Saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) drop 1,43%, dan saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) turun 1,39%.
Mencermati sebabnya, UNVR hanya mampu membukukan laba bersih Rp3 triliun hingga Kuartal III-2024. Pencapaian ini anjlok mencapai 28,15% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang berhasil mencapai Rp4,18 triliun.
Amblesnya laba tersebut imbas penjualan Perusahaan yang anjlok 10,1% yoy menjadi Rp27,4 triliun, seiring dengan masih melekatnya sentimen boikot produk-produk yang terafiliasi Israel di Indonesia.
Berdasarkan laporan keuangan, anjloknya angka penjualan tersebut disebabkan oleh melemahnya penjualan di dalam negeri mencapai 9,9% yoy menjadi Rp26,63 triliun, dampak negatif dari susutnya pangsa pasar.
Tak hanya sampai di situ, penjualan ekspor juga tercatat turun 17,5% yoy menjadi tersisa Rp787 miliar dari sebelumnya yang berhasil mencapai Rp951,8 miliar.
Adapun sejumlah Bursa di Asia siang hari ini bergerak bervariasi. indeks Hang Seng Hong Kong melemah 1,21%, indeks Shanghai terdepresiasi 0,73%, indeks Kospi ambles 0,52%, indeks Strait Times Singapore menguat 0,37%, dan indeks Nikkei 225 menghijau 0,27%.
(fad)