Logo Bloomberg Technoz

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) parkir di zona merah pada perdagangan Sesi I hari ini. Sebagaimana IHSG, berbagai indeks saham utama di Asia pun melemah.

Pada Selasa (22/10/2024), IHSG menutup perdagangan Sesi I di posisi 7.755,13. Melemah 0,23% dibandingkan penutupan perdagangan kemarin.

IHSG sudah terbenam di jalur merah sejak awal perdagangan. Pelemahan IHSG boleh dibilang stabil, tidak ada gelojak (spike) yang berlebihan.

Tidak cuma IHSG, sejumlah indeks saham utama Asia pun lesu. Nikkei 225 (Jepang), Sensex (India), SETI (Thailand), KLCI (Malaysia), dan Straits Times (Singapura) melemah masing-masing 1,34%, 0,44%, 0,44%, 0,08%, dan 0,18%.

Kenaikan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) membuat aset-aset berisiko seperti saham kehilangan pesona. Untuk tenor 10 tahun, yield surat utang pemerintah Negeri Paman Sam melonjak 11 basis poin menjadi 4,2%.

Yield obligasi pemerintah AS naik karena ekspektasi pasar bahwa bank sentral Federal Reserve akan menurunkan suku bunga secara perlahan, tidak agresif. Hal itu tercermin dari pernyataan Jeffrey Schmid, Gubernur The Fed Kansas City.

“Di luar faktor ada kejutan besar, saya optimistis bahwa kami bisa melakukan siklus (pelonggaran moneter). Namun saya rasa akan dibutuhkan pendekatan yang hati-hati dan bertahap,” tegas Schmid dalam sebuah acara di Kansas City, seperti diberitakan Bloomberg News.

(aji)

No more pages