Bloomberg Technoz, Jakarta - Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) atau BRIS, Hery Gunardi memberi kisi-kisi besaran pembagian dividen untuk tahun buku 2024.
Meski demikian Hery tidak menyebutkan pasti angka dividen tersebut.
"Dividen tergantung pemegang saham juga, [kami] belum ada guidance, bisa lebih bisa kurang juga kan," kata Hery saat ditemui di Hotel Merusaka Nusa Dua, Bali, Jumat (18/10/2024).
Pada tahun buku 2023, BSI membagikan dividen tunai sebesar 15% dari laba bersih. Sehingga, dividen yang dibagikan sekitar Rp 855,56 miliar ekuivalen dengan Rp 18,54 per lembar saham. Jumlah dividen tersebut naik dua kali lipat dari dividen tunai 2022 senilai Rp 9,24 per lembar saham.
Selain 15% yang dialokasikan sebagai dividen tunai, sejumlah 20% atau sejumlah Rp 1,14 triliun dari laba bersih 2023 disisihkan sebagai cadangan wajib. Serta, 65% atau sejumlah Rp 3,71 triliun digunakan sebagai saldo laba ditahan.
Tahun ini pun BSI mengincar pertumbuhan laba bersih dua digit dari posisi tahun lalu. Adapun, sepanjang 2023 BSI mengantongi laba bersih Rp 5,7 triliun.
“laba (tumbuh) double digit,” imbuh Hery. Dengan potensi yang sangat besar, BRIS optimistis menumbuhkan kinerja bisnisnya lebih baik dari tahun lalu, tak terkecuali kinerja di kuartal III ini.
(ain)