Logo Bloomberg Technoz

Bloomberg Technoz, Jakarta - Harga batu bara turun pada perdagangan kemarin. Ke depan, bagaimanakah prospek harga si batu hitam?

Pada Rabu (16/10/2024), harga batu bara di pasar ICE Newcastle untuk kontrak pengiriman bulan ini dihargai US$ 147,4/ton. Turun 0,91% dibandingkan hari sebelumnya.

Koreksi ini membuat harga batu bara jatuh 2,25% dalam sepekan terakhir. Namun selama sebulan ke belakang, harga masih naik 7,4%.

Pertambangan batu bara./Bloomberg-Ferley Ospina

Batu bara yang kian ditinggalkan membuat harganya tertekan. Di India, misalnya, komitmen untuk mengembangkan penggunaan energi baru-terbarukan makin besar.

Bloomberg News memberitakan, Kementerian Kelistrikan India memperkenalkan program perluasan transmisi listrik (grid) senilai US$ 109 miliar. Peningkatan kapasitas ini adalah untuk mengakomodasi ekspansi energi baru-terbarukan hingga 2032.

Proyek ini akan mengintegrasikan 500 gigawatt listrik dari sumber energi baru-terbarukan hingga 2030. Pada 2032, kapasitas listrik yang dihasilkan sumber energi baru-terbarukan diperkirakan mencapai 600 gigawatt.

Analisis Teknikal

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), batu bara masih bertahan di zona bullish. Tercermin dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 58,44. RSI di atas 50 mengindikasikan suatu aset sedang dalam posisi bullish.

Namun perlu diperhatikan bahwa indikator Stochastic RSI sudah menyentuh 83,26. Sudah di atas 80, yang berarti tergolong jenuh beli (overbought).

Saat ini harga batu bara sudah menyentuh pivot point di US$ 147/ton. Dari sini, target support terdekat ada di kisaran US$ 145-142/ton.

Sedangkan target resisten terdekat ada di rentang US$ 148-150/ton.

(aji)

No more pages