Bloomberg Technoz, Jakarta - Laju Bitcoin kini menunjukkan 'Uptober' dengan kenaikan dalam dua hari perdagangan berturut-turut. Levelnya kini telah berada di US$65.562 (sekitar Rp1,01 miliar).
Pertumbuhan US$1.000 dalam satu hari kembali terulang pada Selasa (15/10/2024), usai hari sebelumnya masih berada di kisaran US$62.692,29 (sekitar Rp974,86 juta). Hingga pukul 12.00 waktu Indonesia, Selasa, terjadi kenaikan 2,25% di 24 jam perdagangan.
Bitcoin bullish pada rentang 4,48%-4,58% dibandingkan seminggu sebelumnya dipicu dua topik besar:
-
Pasar merespons langkah-langkah stimulus ekonomi pemerintah China yang diumumkan pada akhir pekan ini.
-
Dukungan Kamala Harris, capres Amerika (AS) dari Partai Demokrat atas industri kripto.

Harris yang unggul tipis dalam sejumlah jajak pendapat atas lawannya, Donald Trump dalam pemilu AS yang bakal berlangsung bulan November, berjanji untuk mendukung kerangka regulasi untuk mata uang kripto. Namun yang terbaru peluang kemenangan Trump pun kini meningkat.
Level tertinggi Bitcoin dalam seminggu terakhir adalah US$66.433,87 (sekitar Rp1,03 miliar) pada Selasa pagi meski sedikit berubah beberapa jam setelahnya. Sebuah indikasi bahwa para spekulan untuk mengejar mata uang kripto dibandingkan saham-saham yang dicatatkan di bursa AS.
“Lonjakan ini sebagian besar didorong oleh pemilu, awalnya dari keunggulan Trump di pasar ramalan dan jajak pendapat, dan kemudian dari pernyataan samar atas pendukung kembali pasar kripto dari kampanye Harris,” kata Noelle Acheson, penulis buletin Crypto Is Macro Now.
“Saya belum melihat detail tentang kebijakan kripto Harris, tetapi kedengarannya tidak lebih negatif dibandingkan pemerintahan AS saat ini yang dipimpin Presiden Joe Biden,” dilansir dari Bloomberg News.
Oktober setiap tahunnya Bitcoin selalu dikaitkan dengan kenaikan eksponensial, dikenal dengan istilah 'Uptober', dimana dalam satu dekade terakhir, selama sebulan secara keseluruhan sepanjang tahun 2013 sampai 2023, terjadi kenaikan rata-rata 22,9%.
Saat bulan ini tiba di 2024 kondisi tampak suram karena sentimen perang di Timur Tengah yang memanas antara Israel dengan musuh-musuhnya, kelompok Hamas lalu meluas ke Hizbullah di perbatasan Lebanon, hingga menyeret Iran dalam konstelasi.
Sempat muncul keraguan bahwa 'Uptober' menjadi anomali dibandingkan 10 tahun ke belakang karena pasar menahan akumulasi beli atas aset berisiko berkaca dari suasana geopolitik, kata Caroline Mauron, co-founder Orbit Markets, penyedia likuiditas untuk perdagangan derivatif aset digital di awal Oktober.
Token dengan likuiditas kedua terbesar setelah Bitcoin, Ethereum mengalami kenaikan tertinggi dalam dua minggu terakhir menjadi US$2.630, sebelum akhirnya melandai ke level US$2.605. Ether masih bergerak 2,9% lebih tinggi dibandingkan hari Senin, bahkan positif 7,25% dari minggu sebelumnya.
Altcoin seperti Solana SOL yang melesat 2,5% dalam 24 jam, dan menguat 8% dalam sepekan menuju harga US$155,3. Dogecoin milik Elon Musk ikut dalam tren penguatan, 4,34% lebih tinggi dari posisi Senin dan 7,15% dalam sepekan menjadi US$0,1166.
Pergerakan 24 jam atau 7 hari terakhir XRP Koin sama-sama positif masing-masing 1,7% dan 2,9% menjadi US$0,546. BNB Koin menguat 0,94% dalam 24 jam dan mencatatkan kenaikan 2,9% dalam sepekan menjadi US$584,5.
Harga Polkadot US$4,39 dan Shiba Inu US$0,000018 dibandingkan hari Senin ikut naik masing-masing 3,65% 2,76%. Namun pencapaian Avalanche justru 2,27% lebih rendah dalam 24 jam terakhir dan sementar berada di US$28,73.
(wep)