Logo Bloomberg Technoz

Untuk diketahui, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) memperpanjang kenaikan pada Jumat pagi setelah naik lebih dari 5% pada Kamis (3/10/2024) ke level tertinggi satu bulan, bersama dengan patokan global Brent.

Di satu sisi, Indonesia Crude Price (ICP) kembali mengalami penurunan sebesar US$5,96 dari bulan sebelumnya yang mencapai US$78,51 per barrel.

Penurunan ini dipengaruhi oleh turunnya harga minyak mentah global, terutama karena penurunan permintaan dari China.

Selain itu, kapasitas pengolahan minyak dari 35 kilang di China juga turun 0,9% secara bulanan atau month to month (mtm) pada September 2024, menjadi 80,8% dari total kapasitas 8,4 juta barel per hari.

Harga minyak melonjak di tengah eskalasi konflik Timur Tengah. (Bloomberg)

Proyeksi pertumbuhan permintaan minyak global untuk 2024 juga mengalami penurunan. OPEC menurunkan estimasi permintaan sebesar 80.000 barel per hari atau barel oil per day (BOPD), menjadi 2 juta bph dalam publikasi September 2024, dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Sementara itu, International Energy Agency (IEA) melaporkan pasokan minyak dunia pada Agustus 2024 naik 80 ribu BOPD mtm, menjadi 103,5 juta BOPD. OPEC juga merevisi estimasi pasokan non-OPEC+ naik sebesar 70.000 BOPD, menjadi 53,07 juta BOPD untuk 2024.

Di kawasan Asia Pasifik, penurunan harga minyak juga dipengaruhi oleh turunnya tingkat pengolahan kilang di Taiwan, dari 760.000 BOPD (69,7% kapasitas) pada akhir Agustus 2024 menjadi 580.000 BOPD (53,2% kapasitas) pada akhir September 2024.

Perkembangan harga minyak mentah utama pada September 2024 dibandingkan Agustus 2024 adalah sebagai berikut:

  1. Dated Brent turun US$6,58/barel, dari US$80,91/barel menjadi US$74,33/barel.
  2. WTI (Nymex) turun US$6,06/barel, dari US$75,43/barel menjadi US$69,37/barel.
  3. Brent (ICE) turun US$6,00/barel, dari US$78,88/barel menjadi US$72,87/barel.
  4. Basket OPEC turun US$4,79/barel, dari US$78,41/barel menjadi US$73,62/barel.
  5. ICP minyak mentah Indonesia turun US$5,96/barel, dari US$78,51/barel menjadi US$72,54/barel.

(prc/roy)

No more pages