Bloomberg Technoz, Jakarta - Gunung Everest, yang sudah dikenal sebagai puncak tertinggi di dunia, mengalami peningkatan ketinggian hingga 50 meter menurut temuan terbaru para ilmuwan.
Kejadian ini memicu pertanyaan mengenai faktor-faktor yang menyebabkan fenomena tersebut dan dampaknya terhadap ekosistem di sekitar gunung. Berikut penjelasan lengkapnya berdasarkan penelitian yang dipublikasikan baru-baru ini.
Apa yang Menyebabkan Gunung Everest Bertambah Tinggi?
Penelitian terbaru mengungkap bahwa peningkatan ketinggian Gunung Everest berhubungan dengan peristiwa geomorfologi yang terjadi sekitar 89.000 tahun lalu. Sungai Arun, yang terletak sekitar 75 kilometer dari Everest, diyakini telah "ditangkap" oleh sungai lain, yaitu Sungai Kosi. Fenomena ini disebut dengan istilah penangkapan sungai, yang terjadi ketika satu sungai mengubah alirannya dan menyerap air dari sungai lain.
Akibat dari penangkapan ini, terjadi erosi besar yang membentuk ngarai, menghilangkan sebagian daratan, dan menyebabkan tanah disekitarnya menjadi lebih ringan. Inilah yang menjadi penyebab utama mengapa Gunung Everest mengalami pertumbuhan ketinggian yang signifikan, seperti dikutip dari Live Science, Rabu (2/10/2024).
Pertumbuhan Tinggi Everest yang Tidak Biasa
Secara umum, pegunungan Himalaya memiliki perbedaan ketinggian yang berkisar antara 50 hingga 100 meter antara satu puncak gunung dengan yang lainnya. Namun, Everest memiliki perbedaan yang jauh lebih ekstrim dibandingkan dengan gunung tertinggi berikutnya, K2, yang lebih rendah hingga 250 meter. Ini menjadi indikasi bahwa ada faktor luar biasa yang mempengaruhi pertumbuhan Everest.
Menurut Adam Smith, seorang peneliti dari University College London, Gunung Everest tumbuh pada kecepatan sekitar 2 milimeter per tahun, berdasarkan data GPS. Kecepatan ini lebih tinggi dibandingkan dengan prediksi sebelumnya tentang laju peningkatan pegunungan di Himalaya. Para ilmuwan terus menyelidiki mengapa Everest tumbuh lebih cepat daripada gunung lain di sekitarnya.
Sungai Arun: Penyebab Utama Pertumbuhan Everest?
Fokus penelitian kali ini tertuju pada Sungai Arun yang dianggap memainkan peran penting dalam fenomena ini. Sungai ini memiliki aliran yang tidak lazim, mengalir dalam bentuk huruf "L" yang tidak biasa dibandingkan dengan pola aliran sungai pada umumnya. Sungai Arun mengalir dari timur ke barat, lalu berbelok tajam ke arah selatan melalui pegunungan Himalaya. Pola aliran yang aneh ini memberi petunjuk bahwa kemungkinan besar Sungai Arun pernah mengalami perubahan bentuk yang signifikan, termasuk penangkapan oleh Sungai Kosi.
Para peneliti menggunakan model numerik untuk mensimulasikan evolusi jaringan sungai Kosi selama ribuan tahun. Hasil simulasi ini kemudian dibandingkan dengan topografi yang ada saat ini. Dari sini, mereka menyimpulkan bahwa Sungai Arun ditangkap oleh Kosi sekitar 89.000 tahun lalu, yang kemudian menyebabkan erosi besar-besaran dan pembentukan Ngarai Sungai Arun.
Dampak dari Penangkapan Sungai dan Pertumbuhan Everest
Proses erosi yang dipicu oleh penangkapan sungai telah membentuk ngarai dan menghilangkan sebagian besar daratan di sekitarnya, sehingga meringankan beban tanah di sekitar Everest. Hal ini memungkinkan terjadinya pengangkatan tanah secara vertikal, yang menyebabkan Everest terus tumbuh hingga mencapai ketinggian saat ini, yaitu 8.848,86 meter di atas permukaan laut. Menurut model yang digunakan para peneliti, Everest telah bertambah tinggi sekitar 15 hingga 50 meter sejak peristiwa ini terjadi.
Pertanyaan yang Masih Belum Terjawab
Meski penelitian ini memberikan pemahaman baru mengenai pertumbuhan ketinggian Everest, masih ada beberapa pertanyaan yang belum terjawab. Salah satu di antaranya adalah mekanisme yang tepat di balik penangkapan Sungai Arun oleh Sungai Kosi. Para ilmuwan masih mempertimbangkan dua skenario utama. Pertama, satu sungai mungkin telah terkikis oleh sungai lainnya, sehingga Sungai Kosi berhasil mengambil sebagian aliran air Sungai Arun. Kedua, ada kemungkinan bahwa bencana banjir akibat meluapnya danau glasial dapat menjadi pemicu utama, di mana air yang meluap menghancurkan penghalang alami antara kedua sungai tersebut.
Langkah Penelitian Selanjutnya
Langkah berikutnya dalam penelitian ini adalah melakukan kajian lebih mendalam terhadap Ngarai Sungai Arun dan wilayah sekitarnya. Para peneliti berharap, dengan mempelajari lebih dekat topografi dan aliran sungai di daerah tersebut, mereka bisa mempersempit waktu terjadinya peristiwa penangkapan sungai ini, sehingga model yang ada bisa diuji lebih lanjut.
Pertumbuhan ketinggian Gunung Everest yang tidak biasa menjadi topik penelitian menarik bagi para ilmuwan. Penemuan bahwa peningkatan ini disebabkan oleh proses geomorfologi yang melibatkan erosi sungai dan penangkapan sungai membuka wawasan baru mengenai dinamika pegunungan Himalaya. Meski masih banyak pertanyaan yang belum terjawab, penelitian ini memberikan landasan kuat untuk studi lebih lanjut tentang perubahan topografi dan faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan gunung tertinggi di dunia ini.
(seo/red)