Logo Bloomberg Technoz

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pengamat otomotif sekaligus akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu mengamini saat ini terdapat keluhan ihwal pemasangan layanan pengisian daya atau home charger dari kendaraan listrik atau electric vehicle (EV).

Adapun, keluhan tersebut berkaitan dengan lamanya waktu pemasangan home charger EV yang berpotensi terjadi karena terbatasnya ketersediaan teknisi yang terlatih dan bersertifikat di beberapa daerah untuk melakukan pemasangan.

“Hal ini dapat menyebabkan antrean dan penundaan dalam penjadwalan pemasangan,” ujar Yannes, dikutip Selasa (1/10/2024).

Menurut Yannes, proses administrasi seperti permohonan peningkatan daya listrik dan persetujuan teknis, biasanya juga melibatkan beberapa pihak dan memerlukan waktu untuk diproses.

Selain itu, terdapat potensi kurangnya pasokan atau stok perangkat home charger untuk model atau merek tertentu.

“Intinya, koordinasi yang kurang baik antara beberapa pihak, seperti PT PLN Persero, produsen mobil listrik, dan penyedia layanan pemasangan,” ujarnya.

Pada umumnya, kata Yannes, tahapan pemasangan home charger dimulai setelah konsumen membeli EV, di mana dealer bekerja sama dengan PT PLN (Persero) atau pihak ketiga untuk membantu pemasangan home charger.

“Konsumen mengajukan permintaan pemasangan, yang kemudian akan diikuti oleh survei kelistrikan rumah untuk memastikan kapasitas listrik memadai. Jika diperlukan, penambahan daya dilakukan dengan waktu sekitar 7—10 hari kerja setelah pendaftaran ke PLN,” ujarnya.

Dilansir melalui situs resmi, PLN menyarankan daya listrik minimum yang dibutuhkan untuk melakukan pengisian daya kendaraan listrik di rumah minimal sebesar 7.700 Volt Ampere (VA) untuk mobil.

Setelah itu, petugas PLN melakukan pemasangan perangkat home charging di rumah konsumen. Pemasangan ini bisa melibatkan penambahan daya atau pemasangan meteran baru yang terpisah dari sistem listrik rumah untuk memastikan keamanan dan stabilitas.

“PLN juga menyediakan diskon dan insentif bagi pengguna home charging, seperti potongan biaya pemasangan dan tarif pengisian daya lebih rendah di malam hari. Layanan ini dapat diakses dengan mudah melalui aplikasi PLN Mobile, yang juga menawarkan fitur untuk mengatur waktu pengisian dan memonitor penggunaan daya,” ujarnya.

Terpisah, Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN Gregorius Adi Trianto menjelaskan setiap pembelian mobil listrik, PLN akan menyediakan layanan pemasangan instalasi home charger EV secara gratis.

Apabila daya di rumah pelanggan tidak mencukupi, kata Gregorius, maka PLN memberikan harga biaya penyambungan spesial pasang baru senilai Rp850.000 dari harga normal Rp7 juta dan tambah daya sebesar Rp150.000 dari harga normal Rp11 juta.

“Hingga Agustus 2024, ada sebanyak 18.012 unit home charging yang telah terpasang di seluruh Indonesia,” ujarnya.

(dov/wdh)

No more pages