Elizabeth Low - Bloomberg News
Bloomberg - Pasar BBM di Asia melemah tajam kala wilayah ini semestinya mengalami puncak permintaan. Perkembangan ini menjadi sinyal bearish untuk permintaan minyak.
Keuntungan pengolahan minyak jadi BBM, yang disebut crack spread, terpangkas lebih dari separuh di Singapura dalam sebulan terakhir ke level terendah sejak Desember, menurut data Bloomberg Fair Value. Dalam hal faktor musiman, margin lebih rendah dari 2 tahun terakhir.
Beberapa kilang di Asia mulai mempertimbangkan untuk mengurangi produksi karena margin yang menipis. Ini menjadi sentimen negatif bagi pasar minyak dunia, meski OPEC+ berencana mengurangi produksi.
Peningkatan ekspor minyak dari China juga menambah pasokan di wilayah Asia, sebut para trader.

Para trader juga menyebut bahwa ada perlambatan permintaan di negara konsumen besar seperti Indonesia. Biasanya Indonesia mengimpor dalam jumlah yang lebih besar pada Idul Fitri, saat masyarakat pulang ke kampung halaman. Idul Fitri jatuh pada akhir pekan ini.
Konsumsi BBM Indonesia berada di kisaran 635.000 barel/hari bulan ini, menurut data Rystad Energy. Memang lebih rendah dibandingkan 2020 karena pandemi Covid-19, tetapi konsumsi BBM tahun ini 11.000 barel/hari lebih rendah dibandingkan 2019.
Secara umum, impor BBM di Asia Tenggara pada April lebih rendah 6% dibandingkan rata-rata 5 tahun terakhir, menurut data Kpler.

Di Singapura, hub minyak Asia, stok light distillate (termasuk BBM) saat ini berada di level tertinggi sejak 1995, menurut data pemerintah.
Namun, permintaan BBM di Eropa masih kuat dan diperkirakan tumbuh, menurut laporan Energy Aspect yang terbit bulan ini. Investor juga akan memantau angka konsumsi di Amerika Serikat (AS) selama musim panas, periode puncak konsumsi BBM.
(bbn)