Bloomberg Technoz, Jakarta - Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) terus mengakumulasi penurunan hampir 40% dua hari berturut-turut, usai gagal masuk ke indeks FTSE akibat polemik kepemilikan saham bebas atau free float.
Sepanjang perdagangan Senin kemarin, (23/9/2024), saham BREN ditutup anjlok mencapai 19,83% dan menyentuh auto reject bawah (ARB) ke level 7.075 per saham usai 12,59 juta saham ditransaksikan dengan nilai mencapai Rp89,08 miliar yang didominasi aksi jual.
Akhir pekan lalu, Jumat (20/9/2024), saham BREN juga anjlok 19,95%, yang berarti mengakumulasi penurunan saham milik orang terkaya Indonesia Prajogo Pangestu ini mencapai 39,78%.
Selama perdagangan dua hari tersebut, asing juga tercatat telah melepas saham BREN dengan nilai mencapai Rp116,3 miliar, berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI).
Penurunan saham BREN tersebut juga sempat membebani Indeks Harga saham Gabungan (IHSG) pada rentang waktu bersamaan, mengakumulasi penurunan sekitar 2%, meski kemarin ditutup menguat ditopang oleh saham BBRI.
Penurunan tersebut juga sekaligus membuat IHSG gagal mencapai angka Rp.8000, yang diberatkan oleh BREN kontribusi pengurangan lebih dari 83 poin, menjadi paling besar dibandingkan saham-saham lain.
Gagal masuk FTSE
Sebelumnya, FTSE Russell mengumumkan bahwa grup perusahaan Indonesia ini akan dihapus dari indeksnya sehari setelah tanggal masuk yang telah diantisipasi sebelumnya pada 23 September 2024.
FTSE Russel menyebut "konsentrasi pemegang saham yang tinggi" untuk perusahaan tenaga panas bumi senilai US$78 miliar ini, dengan penguasaan saham hingga 97% dari total saham yang diterbitkan.
Namun, manajemen BREN membantah pengumuman FTSE tersebut, dan sekaligus kembali mengumumkan perubahan signifikan pada kepemilikan saham para pemegang saham utama sejak pencatatan sahamnya di Oktober 2023, meski jumlahnya tidak signifikan.
Empat pemegang saham mayoritas memegang sekitar 96% saham per 19 September, dibandingkan dengan 97% yang dinyatakan dalam prospektus IPO BREN. Per akhir pekan lalu, berdasarkan sata BEI, sebanyak 11,7% saham BREN sendiri tercatat dimiliki oleh publik.
Produsen tenaga panas bumi ini sebelumnya dijadwalkan untuk ditambahkan ke dalam seri FTSE Global All Cap Index pada perdagangan Senin (23/9/2024) kemarin. Namun, saham tersebut akan dihapus kembali sehari setelahnya.
(ibn/dhf)