Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data ekspor Indonesia periode Agustus. Tiga komoditas andalan ekspor Indonesia mencatat kinerja yang bervariasi.
Pada Selasa (17/9/2024), Deputi Kepala Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Pudji Ismartini melaporkan nilai ekspor Indonesia pada Agustus adalah US$ 23,56 miliar. Naik 7,13% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-on-year/yoy).
Pencapaian ini lebih tinggi dibandingkan Juli, di mana ekspor tumbuh 6,46% yoy. Adapun konsensus pasar yang dihimpun Bloomberg memperkirakan ekspor tumbuh 2,79% yoy pada Agustus.
Sedangkan dibandingkan Juli (month-to-month/mtm), BPS menyatakan ekspor tumbuh 5,97%.
Kemudian, BPS juga mengumumkan kinerja ekspor batu bara, minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO), dan besi baja. Tiga komoditas ini menyumbang 27,91% dari total ekspor non-migas.
"Secara bulanan, ekspor batu bara serta basi-baja menurun. Sedangkan CPO dan turunanya meningkat," kata Pudji.
Sedangkan secera tahunan, tambah Pudji, ekspor batu bara meningkat. Namun besi-baja serta CPO dan turunannya menurun.
Niali ekspor batu bara, lanjut Pudji, turun 0,8% secara bulanan tetapi naik 9,65% secara tahunan. Kemudian nilai ekspor besi-baja turun 1,42% secara bulanan dan 10,51% secara tahunan
Sedangkan nilai ekspor CPO dan turunannya pada Agustus naik 27,86% mtm. Namun turun 26,39% secara tahunan.
(aji)