Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Selasa 10 September 2024, berpotensi menguat, mengikuti arah dan rebound Wall Street yang ditutup menghijau akibat dorongan dari optimisme pasar jelang pengumuman inflasi Amerika Serikat pekan ini.
Adapun pada perdagangan sepanjang pekan kemarin hingga Senin (9/9/2024), IHSG kehilangan 19,1 poin, atau melemah 0,25% dan menutup perdagangan pada level 7.702.

Secara teknikal IHSG berpotensi bangkit dari support terdekatnya dari area level 7.680–7.650. Jika terus kuat berada di atas support tersebut, pergerakan IHSG akan rebound dengan target penguatan terdekat pada level 7.720, dan juga 7.750 sebagai resistance potensial sekaligus ATH baru. Untuk resistance selanjutnya ada trendline menarik pada level 7.800 yang jadi target paling optimis dalam time frame daily.
Sentimen pada perdagangan hari ini utamanya datang dari global. Pasar mencermati dengan nada positif jelang data inflasi yang akan dirilis pekan ini, yang nantinya dapat memberikan petunjuk dengan jelas tentang ‘Jumlah’ pemangkasan suku bunga acuan Federal Reserve.
Seperti yang diwartakan Bloomberg News, data terbaru Ekonomi Amerika Serikat diperkirakan akan memperlihatkan inflasi Harga Konsumen hanya akan ada kenaikan 2,6% pada Agustus dari tahun sebelumnya, menurut perkiraan median ekonom yang disurvei Bloomberg.
Itu akan menjadi kenaikan terkecil sejak 2021. Dipercaya ada panduan baru dari para pejabat The Fed, yang berada dalam periode pemadaman tradisional menjelang pertemuan 17–18 September.
“Inflasi itu penting,” kata Chris Low di FHN Financial. “Angka-angka yang lebih lemah dapat mendorong The Fed menuju pemangkasan 50 basis poin, sementara angka yang lebih tinggi dapat mengunci 25 basis poin.”
Inflasi telah melambat secara substansial sejak mencapai level tertinggi selama empat dekade pada 2022, tetapi tingkat harga yang masih tinggi tetap membebani keuangan.
Melihat ke depan dalam lima tahun ke depan berdasarkan survei, seperempat konsumen memperkirakan inflasi akan turun menjadi nol atau lebih rendah, sementara sebagian responden lainnya berpikir bahwa inflasi akan berlipat ganda menjadi 6% atau lebih tinggi.

Perhatian pelaku pasar global akan mengarah pada rilis data inflasi Harga Konsumen (Consumer Price Index/CPI) pada Agustus, disusul data inflasi Harga Produsen (Producer Price Index/PPI) hari berikutnya.
Tim Research Phillip Sekuritas memaparkan, rilis data Non-Farm Payrolls (NFP) pekan lalu memunculkan kekhawatiran tentang kemungkinan langkah Federal Reserve untuk menurunkan suku bunga dalam pertemuan bulan ini.
Meskipun penurunan suku bunga dapat mendukung pasar investasi, investor khawatir langkah tersebut mungkin sudah terlambat. Jika resesi terjadi, laba perusahaan bisa tergerus, menghapus dampak positif dari suku bunga rendah.
“Peluang pemangkasan suku bunga secara besar-besaran oleh Bank Sentral AS (Federal Reserve) bulan ini meningkat pasca rilis data NFP. Pelaku pasar melihat 51% peluang pemangkasan suku bunga sebesar 50 bps , naik dari 40% peluang di Kamis,” mengutip riset harian Tim Research Phillip Sekuritas.
Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memaparkan, Kemarin, IHSG terkoreksi 0,25% ke 7/702 disertai dengan munculnya volume penjualan.
“Skenario terbaiknya, apabila masih mampu bergerak di atas 7.547 maka IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatannya menguji 7.800-7.824 untuk membentuk wave (v) dari wave [i],” papar Herditya dalam risetnya pada Selasa (10/9/2024).
Herditya juga memberikan catatan, apabila IHSG terkoreksi ke bawah 7..547 maka IHSG akan terkoreksi ke rentang 7.404-7.499.
Bersamaan dengan risetnya, Herditya memberikan rekomendasi saham hari ini, ADRO, AMMN, PGEO, dan SMDR.
Analis Phintraco Sekuritas memaparkan, IHSG diperkirakan kembali fluktuatif di rentang 7.650-7.750 di perdagangan hari ini, Selasa (10/9).
“Penguatan IHSG masih cenderung tertahan di kisaran resistance 7.700-7.750 dalam 2 pekan terakhir sampai dengan perdagangan Senin (9/9). Oleh sebab itu, IHSG diperkirakan kembali fluktuatif di rentang 7.650-7.750 di Selasa (10/9),” tulisnya.
Melihat hal tersebut, Phintraco memberikan rangkuman rekomendasi saham hari ini meliputi ADRO, INKP, TKIM, PANI, dan BSDE.
(fad)