Bloomberg Technoz, Jakarta - Pemerintah RI baru saja menyelesaikan penjualan surat berharga negara (SBN) dalam denominasi dolar AS dan euro, biasa disebut global bond, senilai US$1,8 miliar dan €750 juta.
Memakai kurs saat ini, nilai penjualan itu setara dengan Rp27,73 triliun untuk global bond dolar AS dan setara Rp12,82 triliun untuk SBN dalam denominasi euro. Total perolehan dana dari penjualan surat utang global itu mencapai Rp40,55 triliun.
Transaksi penjualan diselesaikan pada 4 September kemarin di bursa New York. Ada tiga seri global bond yang dilego pada pasar, terdiri atas satu seri berdenominasi euro, yang pertama diterbitkan setelah terakhir rilis 2021, serta dua obligasi dalam denominasi dolar AS.
Seri SBN dalam euro, yaitu RIEUR0932 bertenor 8 tahun dengan tanggal jatuh tempo pada 10 September 2032, terjual sebesar €750 juta.
Sedangkan dua seri dalam dolar AS, yang tenornya masing-masing 10 tahun dan 30 tahun, masing-masing terjual US$1,15 miliar dan US$650 juta.
Kementerian Keuangan menyatakan, penjualan global bond dalam euro dan dolar AS itu memanfaatkan kondisi pasar yang tengah stabil saat ini di tengah ekspektasi penurunan bunga The Fed yang menguntungkan aset emerging market.

"Penawaran global bond tersebut mendapat minat signifikan dari pasar terindikasi dari orderbook yang mencapai US$8,5 miliar untuk SBN dolar AS dan €3 miliar untuk SBN euro. Pesanan yang solid untuk semua tenor yang ditawarkan memperketat harga untuk semua tenor dari panduan harga awal," demikian disebutkan dalam pernyataan resmi yang dilansir kemarin.
Untuk SBN dolar AS tenor 10 tahun, misalnya, dipatok harga di 4,800%, sedangkan 30 tahun di 5,200%. Sedangkan obligasi euro dihargai 125 bps di tengah swap.
"Penerimaan bersih dari penerbitan obligasi ini secara umum digunakan untuk pembiayaan APBN 2024 khususnya untuk dana SDG," jelas pemerintah.
Tiga obligasi itu akan dicatatkan di bursa Singapura dan Frankfurt Jerman. Beberapa bank investasi global, yaitu Citigroup, Crédit Agricole CIB, Deustche Bank, Goldman Sachs, dan Société Générale bertindak sebagai Joint Lead Manager. Sementara BRI Danareksa Sekuritas dan Trimegah Sekuritas Indonesia sebagai co-Managers.
Penjualan global bond terbaru itu menjadi yang kelanjutan dari beberapa kali penerbitan SBN denominasi nonrupiah sebelumnya. Terakhir pada Mei lalu, pemerintah menjual samurai bond, SBN dalam yen senilai ¥200 miliar atau setara Rp20 triliun dengan kurs saat itu. Sebelumnya pada Januari, pemerintah juga menjual global bond senilai US$2,05 miliar.
(rui)