Logo Bloomberg Technoz

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memastikan rencana aksi penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) sejumlah Holding perusahaan pelat merah akan menunggu pemerintahan Presiden terpilih Prabowo Subianto.

Rencana IPO tersebut menyasar kepada Holding BUMN Pertambangan PT Mineral Industri Indonesia (MIND ID), PT Aviasi Pariwisata Indonesia atau InJourney, dan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo, yang terbilang memiliki aset cukup besar.

"Masih berproses, tunggu pemerintahan baru [dilantik]. Intinya masih tunggu pemerintah. Semuanya," ujar Staf Khusus III Menteri BUMN Arya Sinulingga di Jakarta, Selasa (10/8/2024).

Arya juga kembali mengatakan jika Kementeriannya perlu mempersiapkan berbagai perhitungan nilai ekonomisnya, termasuk peluang momentum pasar berdasarkan lini bisnisnya, seperti yang sebelumnya terjadi kepada PT Pertamina Hulu Energi (PHE).

Entitas usaha PT Pertamina (Persero) dalam bidang hulu minyak dan gas tersebut belakangan batal melaksanakan IPO pada 2023 lalu. Penundaan IPO PHE itu dilakukan lantaran masih belum adanya kecocokan bisnis dengan momentum pasar.

Berdasarkan laporan tahunan 2023, MIND ID tercatat memiliki total aset sebesar Rp259,1 triliun, meningkat 13% dibandingkan posisi tahun sebelumnya yang sebesar Rp229,3 triliun.

Sementara itu, total aset Pelindo dan InJourney tercatat masing-masing sebesar Rp118,3 triliun dan Rp99,28 triliun, menyitir sumber laporan pada tahun yang sama. Dengan demikian, total aset ketiga BUMN tersebut menyentuh Rp476,6 triliun.

"Kami tentu [menyambut] positif kalau MIND ID dan mau IPO," ujar Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna, awal Agustus lalu.

(ibn/roy)

No more pages