Bloomberg Technoz, Jakarta - Varian Covid-19 Arcturus ditemukan di Indonesia. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) membenarkan bahwa ada dua pasien yang terkena. Namun dua pasien itu kini sudah sembuh. Hal itu disampaikan Juru bicara Kemenkes Mohammad Syahril.
"Sudah sembuh. Dua kasus semuanya domisili di Jakarta ya. Satu ada riwayat perjalanan luar negeri dan satu tidak," kata Syahril lewat sambungan telepon kepada Bloomberg Technoz, Jumat (14/4/2023).
Dia mengatakan pasien lelaki berusia 56 tahun melakukan perjalanan ke India namun karena gejala ringan hanya melakukan isolasi mandiri dan sudah sembuh. Sementara pasien lainnya adalah seorang perempuan berusia 30 tahun yang sempat dirawat inap di Rumah Sakit Penyakit Infeksius (RSPI) Sulianto Saroso selama 6 hari. Namun kini juga sudah sembuh.
"Yang kedua tidak ada perjanan luar negeri dirawat di RSPI selama 6 hari dan sudah dipulangkan juga sudah sembuh. Gejala tidak terlalu berat dirawat karena nafsu amat menurun," lanjutnya.
Syahril mengatakan umumnya gejala pasien varian Arcturus memang lebih ringan dan hal itu juga tampak dari data pasien di luar negeri yang terkena varian ini. Namun memang varian ini cepat menyebar. Oleh karena itu dia meminta agar masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan khususnya menggunakan masker saat berada di ruang publik. Selain itu vaksin booster juga diperlukan agar jika terinfeksi tak mengalami gejala berat.
Sementara soal pasien yang punya riwayat perjalanan ke luar negeri itu kata dia, memang dimungkinkan tertular dari India.
"Ya kemungkinan dari India ya karena memang (di sana) sedang banyak," katanya.
Kasus-kasus Arcturus juga diketahui ditemukan di sejumlah negara seperti Pranvis dan Inggris. Virus disebutkan sebagaimana sifatnya memang masih terus bermutasi sehingga penularan varian baru juga bisa lebih cepat. Oleh karena itu diperlukan vaksinasi Covid-19 untuk menghindari potensi gejala berat.
(ezr)