Logo Bloomberg Technoz

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kementerian keuangan melaporkan realisasi belanja Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) semester I-2024 sebesar Rp172,9 miliar. Angka tersebut setara 39,8% dari pagu yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024 sebesar Rp434 miliar.

Hal tersebut tercantum dalam lampiran Buku Laporan Pemerintah tentang Pelaksanaan APBN Semester I-2024 yang diterbitkan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Belanja yang dilakukan OIKN terdiri atas dua pos yakni program pengembangan kawasan strategis dan program dukungan manajemen.

Pada pos belanja program pengembangan kawasan strategis, OIKN telah merealisasikan dana sebesar Rp29,7 miliar atau setara 14,6% dari pagu yang ditetapkan dalam APBN 2024.

Sementara pos belanja program dukungan manajemen, OIKN tercatat telah membelanjakan 62% dari pagu APBN 2024 atau senilai Rp143,2 miliar.

Meski demikian, tidak terdapat informasi lebih rinci mengenai realisasi anggaran OIKN pada semester I-2024 tersebut. Dalam buku itu, Kemenkeu hanya merinci dua pos belanja OIKN dalam APBN 2024.

Anggaran Pembangunan IKN

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani memaparkan alokasi anggaran keseluruhan untuk pembangunan fisik IKN sebesar Rp40 triliun pada tahun 2024.

Dari total alokasi tersebut, hingga akhir Mei 2024 anggaran yang sudah digunakan mencapai Rp5,5 triliun.

Anggaran tersebut telah dimanfaatkan untuk pembangunan Istana Presiden, kantor kementerian, pembangunan rumah susun untuk aparatur sipil negara (ASN) dan aparat keamanan.

Selain itu, anggaran tersebut digunakan untuk pembangunan rumah tapak menteri, rumah sakit, jalan tol, jembatan, bandara dan penyempurnaan kawasan.

Total pemerintah sudah mengalokasikan anggaran Rp72,5 triliun untuk pembangunan IKN sejak tahun 2022 hingga tahun 2024.

Dengan rincian, realisasi anggaran IKN pada 2022 sebesar Rp5,5 triliun, realisasi anggaran IKN 2023 sebesar Rp27 triliun, dan pagu yang ditetapkan dalam APBN 2024 sebesar RP40 triliun.

"Jadi kalau kita lihat dari tahun 2022, 2023, 2024 alokasi yang ditaruh di APBN mencapai Rp72,5 triliun. Belanja untuk tiga tahun ini, kita harapkan IKN bisa digunakan pada 17 Agustus (2024)," kata Sri Mulyani saat memaparkan APBNKita, Kamis (27/6/2024).

(azr/hps)

No more pages