Logo Bloomberg Technoz

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Prodia Widyahusada (PRDA) menyetujui pembagian dividen sebesar Rp 222,98 miliar dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Kamis (13/4/2023). 

Jumlah dividen tersebut sebesar 60% dari laba bersih yang dibukukan perusahaan pada 2022 sebesar Rp 371,64 miliar. 

Dengan demikian, setiap pemegang saham akan memperoleh dividen sebesar Rp 237,85 per lembar saham. 

Perlu diketahui, laba bersih Prodia sepanjang tahun lalu merosot 40% secara tahunan dari sebelumnya Rp 623,2 miliar. Meski begitu, dividen tahun buku 2022 tidak berbeda jauh dengan periode sebelumnya yang senilai Rp 372,6 miliar.

Laba bersih tersebut diperoleh setelah Prodia mencatat pendapatan Rp 2,18 triliun dengan jumlah kunjungan lebih dari 2,8 juta pasien.

Dewi Muliaty, Direktur Utama Prodia mengungkapkan,  PRDA menargetkan perolehan laba bersih yang sama dengan perolehan tahu lalu. 

“Target laba kami marginnya, baik itu EBITDA dan net income, kami berusaha menjaga minimal di angka yang sama. Ini cukup challenge di tengah perubahan  belanja masyarakat kita. Jadi, kurang lebih 16-17% untuk net income dan untuk EBITDA nya di kisaran 27% hingga 30%,” ungkap Liana Kuswandi, Direktur Keuangan PRDA. 

Untuk mencapai kinerja tersebut, Dewi mengatakan pihaknya akan memperbanyak kolaborasi dengan sektor layanan kesehatan lain seperti rumah sakit, dengan pelanggan dan dokter baru, serta lembaga-lembaga terkait lainnya.

Selain itu, pelayanan tes baru dan inovatif juga akan menjadi andalan PRDA melalui Next Generation Lab yang menyediakan pemeriksaan genomik terkait gaya hidup dan risiko penyakit, serta pemeriksaan preventif dan prediktif. 

“Jadi pelayanan dan rujukan untuk tes laboratorium yang tidak biasa akan menjadi andalan. Makanya, kenapa kita buat Next Generation Lab,” tuturnya.

(tar/dhf)

No more pages