Logo Bloomberg Technoz

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto menyatakan tak perlu khawatir atas anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat mencatatkan angka koreksi mencapai 298,71 poin, atau anjlok 4,09% ke posisi 7.009 pada perdagangan siang ini.

“Kalau IHSG nanti kita lihat aja karena itu daily-nya fluktuasi jadi kita tidak perlu khawatir,” ucap Airlangga setelah konferensi pers di kantornya, Senin (5/8/2024).

Data perdagangan menunjukkan nilai perdagangan mencapai Rp9,4 triliun, yang didominasi aksi jual dari sejumlah 17,5 miliar saham yang ditransaksikan. Hanya ada 56 saham yang menguat. Sedangkan sebanyak 586 saham melemah dan 136 saham lainnya tidak bergerak.

IHSG searah dengan Bursa Saham Asia yang didominasi warna merah pada sepanjang perdagangan hari ini.

Pada Senin (5/8/2024) pukul 13.55 WIB, index Nikkei 225 (Jepang) ambles 12,41% ke titik terendah sejak 2016, senada dengan Topix (Jepang) yang anjlok 12,22%, dan Kospi (Korea Selatan) terpangkas 8,77%.

Potensi Resesi AS

Airlangga juga mengungkapkan tengah memantau perkembangan perekonomian Amerika Serikat (AS). Pasalnya, beberapa ekonom mulai mengeluarkan kewaspadaan terhadap potensi resesi di AS. Ekonom Goldman Sachs Group meningkatkan kemungkinan resesi AS tahun depan menjadi 25% dari sebelumnya 15%.

Airlangga juga mengharapkan agar pemangkasan suku bunga Bank Sentral AS dapat dilakukan pada akhir tahun ini, namun kepastian atas pemotongan Fed Fund Rate tersebut tetap tak ada yang bisa menjamin.

“Kalau kita lihat suku bunga kita dengan inflasi gapnya agak tinggi tapi kami tahu juga harus jaga untuk tidak terjadi capital flight tingkat suku bunga di AS dan negara lain termasuk di AS dolar,” papar Airlangga.

Sebagai informasi, Ketakutan terhadap resesi AS itu, yang bisa memicu resesi global mengingat ukuran ekonomi Amerika yang besar dan dominan di lanskap dunia, menjadi pemicu aksi jual besar-besaran di aset saham. Bursa Asia merah merona di mana indeks Nikkei Jepang sempat anjlok hingga 7%.

Kini pada pukul 10:43 WIB, Nikkei tergerus 5,81%, TOPIX turun 5,73%, disusul oleh Taiwan Taipex yang tergerus 6,84%, KOSPI Korea turun 6,20%, FTSE Malaysia turun 2,73%, indeks saham Singapura juga turun 2,83%. Sementara bursa saham Indonesia, IHSG, tercatat melemah pada penutupan perdagangan hari ini sebesar 3,4%.

Kejatuhan bursa saham Asia hari ini sepertinya merupakan rambatan dari koreksi di Wall Street akhir pekan lalu. Kala itu, indeks S&P 500 anjlok 2,2% sementara Nasdaq 100 jatuh 2,3%.

Kekhawatiran akan hard landing AS menjadi penyebab pelaku pasar memasang mode risk off, jauh-jauh dari aset berisiko. Data ekonomi di Negeri Paman Sam menunjukkan pemburukan sehingga menimbulkan kecemasan akan resesi.

(azr/lav)

No more pages