Logo Bloomberg Technoz

Bloomberg Technoz, Jakarta - Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Kartika Wirjoatmodjo berencana akan menyuntikkan modal baru kepada beberapa  BUMN Karya sebesar Rp 25 triliun. Hal ini dipicu oleh membesarnya capaian setoran dividen yang diterima pemerintah hasil dari laba seluruh perusahaan negara.

Dalam rapat bersama Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Kartika menyatakan setoran dividen yang diterima negara akan melewati target yang ditetapkan sebelumnya, menjadi Rp 80 triliun. Pada proyeksi awal, dividen yang diterima negara berjumlah Rp 50 triliun.

“Jadi ada kelebihan Rp 30 triliun dari target awal oleh karena itu kami berencana untuk mengajukan tambahan PMN Rp 25 triliun untuk beberapa BUMN Karya. Pengajuan permohonan Penyertaan Modal Negara (PMN) akan disampaikan pasca DPR menyelesaikan masa reses.

Kementerian BUMN juga memiliki rencana agar jumlah Penyertaan Modal Negara (PMN) atau suntikan modal kepada perusahaan negara jumlahnya sesuai dengan nilai dividen yang didapatkan. Menurut Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo, hal ini akan terealisasi pada tahun depan, sesuai target yang telah disampaikan Menteri Erick Thohir.

Rencana menyetarakan nilai uang masuk, lewat dividen dan uang keluar, berupa PMN dinilai penting agar pengelolaan bisa lebih baik. Diketahui, beberapa BUMN mendapatkan penugasan demi mencapai target pembangunan pemerintah. Salah satunya masifnya proyek infrastruktur.

Penugasan berupa pengerjaan proyek diiringi dengan kebutuhan modal yang besar. Di sisi lain, BUMN mempunyai keterbatasan likuiditas. Alhasil, ‘suntik modal’ dengan skema PMN selalu menjadi jalan keluar.

Pada medio 2016 hingga 2020 total PMN yang disuntikan negara ke BUMN mencapai Rp 117 triliun. Sementara nilai dividen pada periode yang sama lebih besar, Rp 267 triliun.

(wep/dhf)

No more pages