Olivia Poh - Bloomberg News
Bloomberg, Canva Inc mengakuisisi startup pembuat gambar Leonardo.ai dalam akuisisi keduanya tahun ini. Hal ini mempercepat laju Canva dalam memasuki dunia kecerdasan buatan (AI) untuk bersaing dengan pemimpin perangkat lunak (software) kreatif, Adobe Inc.
Kesepakatan yang memakan waktu sekitar satu bulan untuk diselesaikan ini memungkinkan Canva mengintegrasikan model pembuatan video dan gambar dari perusahaan yang lebih kecil tersebut ke dalam produk mereka sendiri. Salah satu pendiri, Cameron Adams, kepada Bloomberg News mengatakan ini adalah akuisisi tercepat Canva sejauh ini. Akuisisi ini ditutup hanya beberapa bulan setelah startup terbesar Australia tersebut mengambil alih rangkaian software Affinity yang populer di kalangan pengguna Mac milik Apple Inc, dalam kesepakatan bernilai ratusan juta pound. Canva tidak menyebutkan valuasi untuk Leonardo.ai, dan Adams menolak memberikan penjelasan lebih lanjut.
Canva, yang mengumpulkan dana dengan valuasi sebesar US$26 miliar tahun ini, adalah salah satu dari beberapa pengembang software kreatif yang sedang naik daun yang mengejar pemimpin pasar, Adobe. CapCut, aplikasi edit video dari pemilik TikTok, ByteDance Ltd, juga mendapatkan pengguna dengan cepat.
Dalam kesepakatan terbaru Canva, mereka mendapatkan tim beranggotakan 120 orang di Leonardo.ai yang mengerjakan perangkat lunak untuk membantu pengguna membuat dan mengedit gambar online dengan perintah teks. Didirikan pada 2022, startup ini didukung oleh investor Canva, Blackbird Ventures, dan mengumpulkan US$31 juta tahun lalu. Orang-orang telah menggunakan platformnya untuk membuat lebih dari satu miliar gambar selama 18 bulan terakhir, kata Canva.
Layanan Leonardo.ai bergabung dengan rangkaian alat AI Canva yang terus berkembang, yang diharapkan dapat menarik beberapa pelanggan korporat terbesar Adobe dan mempercepat pertumbuhan pendapatan.
Didirikan sekitar satu dekade lalu oleh Adams, Cliff Obrecht, dan Melanie Perkins, Canva telah berkembang menjadi pesaing Adobe, penyedia perangkat lunak yang telah lama mendominasi untuk para profesional grafis. Adobe baru-baru ini menambahkan fitur AI ke seluruh produknya, tetapi sahamnya telah turun lebih dari 10% tahun ini setelah kesepakatan US$20 miliar untuk mengakuisisi Figma gagal pada bulan Desember.
Investor telah lama memandang Canva sebagai kandidat perusahaan publik, meskipun perusahaan tersebut belum membahas rencana konkret untuk melakukannya. Mereka baru saja menyelesaikan penjualan saham sekunder senilai US$2,5 miliar, kata salah satu pendiri dan Chief Operating Officer Obrecht dalam wawancara sebelumnya.
Startup Australia ini sekarang telah mengumumkan akuisisi terhadap delapan perusahaan, termasuk Affinity, startup AI visual Kaleido.ai, dan penyedia gambar Pexels dan Pixabay.
“AI generatif tidak bisa menjadi hal yang hanya memiliki satu keahlian saja,” kata Adams, yang juga menjabat sebagai Chief Product Officer Canva. “Kami memasuki dunia baru yang memungkinkan untuk mengubah dan menyesuaikan output yang diberikan oleh AI generatif.”
(bbn)