Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah terperosok di awal perdagangan pasar spot hari ini, sejurus dengan pelemahan yang dialami hampir semua mata uang Asia akibat tekanan dolar Amerika Serikat.
Rupiah dibuka lemah di Rp16.318/US$, melemah 0,23% dibanding level hari sebelumnya, menjadikan mata uang Indonesia ini valuta dengan pelemahan terdalam di Asia bersama peso Filipina. Pada pukul 9:23 WIB, rupiah makin amblas ke Rp16.322/US$, level terlemah dalam hampir satu bulan terakhir.
Menyusul di belakang rupiah dan peso, won Korea juga tergerus 0,21%, disusul oleh ringgit 0,12%. Selebihnya, mata uang Asia melemah tipis seperti yuan Tiongkok 0,05%, baht 0,02% juga rupee 0,01%.
Pelemahan semua mata uang Asia pagi ini adalah karena tertekan dolar AS yang kembali bangkit seiring langkah investor mengantisipasi hasil Federal Open Meeting Committee (FOMC) The Fed yang digelar mulai hari ini hingga esok, menentukan kebijakan bunga acuan AS. Indeks dolar AS pagi ini merangsek naik ke 104,63.
Selain mengantisipasi hasil pertemuan The Fed, investor global juga menanti rilis data pertumbuhan ekonomi Eropa yang diumumkan sore hari nanti. Sedangkan dari Asia, data tingkat pengangguran Jepang dan Singapura juga akan dicermati.
Dari dalam negeri, pemerintah menggelar lelang sukuk negara (SBSN) dengan target Rp8 triliun. Lelang dilangsungkan di tengah sentimen pasar yang berbalik memburuk hari ini setelah Senin lalu pasar surat utang mencatat reli harga.
Secara teknikal nilai rupiah telah mencatat koreksi di kisaran terdekat dan kini menuju level support terkuat di Rp16.350/US$ bila ada tekanan lebih lanjut. Selama nilai rupiah bertengger di atas Rp16.280/US$, maka mata uang masih menghadapi potensi melemah lebih lanjut.
Sebaliknya apabila terjadi penguatan hingga di bawah Rp16.250/US$ dalam tren jangka menengah, maka nilai rupiah berpotensi terus menguat hingga menuju Rp16.180/US$.
Trendline terdekat pada time frame daily menjadi resistance psikologis potensial pada level Rp16.250/US$. Kemudian, target penguatan optimis lanjutan untuk dapat menguat ke level Rp16.200/US$.

(rui)