Logo Bloomberg Technoz

Bloomberg Technoz, Jakarta - Harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) turun pada perdagangan kemarin. Maklum, harga komoditas ini sudah naik 5 hari beruntun.

Pada Selasa (23/7/2024), harga CPO di Bursa Malaysia untuk kontrak pengiriman Oktober ditutup di MYR 3.967/ton. Turun 0,45% dibandingkan hari sebelumnya.

Padahal, harga CPO di ambang kenaikan 6 hari beruntun. Pada awal perdagangan kemarin, harga CPO sempat menguat 0,8%.

Andai harga CPO naik 6 hari tanpa putus, maka akan menjadi rentetan terpanjang sejak Januari. Namun apa daya, aksi ambil untung (profit taking) akhirnya lebih dominan sehingga menyeret harga ke zona merah.

Selain profit taking, investor juga membaca pertanda bahwa CPO kalah pamor dibandingkan minyak nabati pesaingnya. Ini terlihat dari perkembangan di India.

Pada Juni, India mengimpor 500.000 metrik ton minyak biji bunga matahari. Ini menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah. Tahun lalu, impor minyak biji bunga matahari India rata-rata hanya 250.000 ton per bulan.

Stok yang melimpah membuat harga minyak biji bunga matahari menjadi lebih murah. Beberapa pekan lalu, minyak biji bunga matahari bisa dibanderol US$ 940/ton termasuk asuransi dan pengiriman (freight). Sementara CPO dihargai US$ 950/ton.

Analisis Teknikal

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), CPO masih bertengger di zona bullish. Terbukti dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 54,3. RSI di atas 50 menunjukkan suatu aset sedang berada di posisi bullish.

Sementara indikator Stochastic RSI ada di 52,81. Masih menghuni area beli (long), meski cenderung netral saja.

Alhasil, risiko koreksi harga CPO masih terbuka. Target support terdekat ada di kisaran MYR 3.948-3.936/ton.

Namun, titik MYR 3,946/ton juga merupakan pivot point. Apabila mampu bangkit, maka harga CPO bisa menuju target resisten di rentang MYR 3.978-3.995/ton.

(aji)

No more pages