Logo Bloomberg Technoz

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menjabarkan hasil kunjungannya di China pekan lalu. Dalam kunjungan tersebut, Luhut mengatakan salah satu isu yang diangkat adalah keberlangsungan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

Luhut mengatakan pemerintah China sudah sepakat mengenai besaran cost overrun atau pembengkakan biaya sebesar US$ 1,2 miliar untuk keberlanjutan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB). Luhut mengatakan, angka ini sudah sesuai dengan hasil audit yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia.

"1,2 miliar dolar AS cost overrun, kedua negara sudah menyepakati. Kami sedang finalkan negosiasi dengan lender soal struktur pinjaman, tenor, dan bunga. Kami berupaya kalau bisa di bawah empat persen bunganya," ujar Luhut di Kantor Kemenko Marves, Jakarta, Senin (10/4/2023).

Selain itu, menurut Luhut, pemerintah Indonesia juga tengah mengupayakan negosiasi terkait besaran bunga pinjaman hingga 2%, dari posisi saat ini yang mencapai 4%. Ia menegaskan Indonesia memiliki kemampuan bayar terhadap pinjaman KCJB tersebut.

“Terkait pinjaman kepada China, kami sedang finalkan negosiasi tentang suku bunga sudah turun dari 4% , kita masih pengen lebih rendah lagi sekarang kita masih pengen lebih rendah lagi,” ujarnya.

Luhut menjelaskan, Kereta Cepat Jakarta-Bandung akan melakukan uji coba melintas pada Mei mendatang sebelum ditargetkan beroperasi resmi 17 Agustus mendatang. Saat ini, jalur kereta cepat sudah terhubung dari Tegalluar hingga Halim Perdanakusumah. Lintasan sepanjang 304 kilometer ini sudah siap dilintasi.

"Kereta Cepat Jakarta Bandung, kita harapkan bisa beroperasi pada 17 Agustus 2023. Sebagai kado hari kemerdekaan Indonesia," ujar Luhut.

(krz/evs)

No more pages