Logo Bloomberg Technoz

Bloomberg Technoz, Jakarta - Anggota Komisi I DPR RI, Christina Aryani meminta pemerintah memberi perhatian khusus untuk mengantisipasi gangguan keamanan di Papua. Ia menilai masyarakat sipil Papua harus mendapatkan kepastian keamanan. 

Menurutnya, pemerintah kemudian Polri, Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Badan Intelijen Negara (BIN) perlu melakukan langkah yang tepat untuk memastikan keamanan masyarakat sipil di sana.

Politikus Partai Golkar itu mengatakan, beberapa daerah yang rawan dan kerap mendapat gangguan keamanan antara lain Yahukimo, Pegunungan Bintang, Dogiyai, Intan Jaya, Puncak dan Puncak Jaya.

"Saya meyakini panglima TNI, para kepala staf angkatan dan kapolri yang belum lama ini mengunjungi Papua sudah memahami situasi dan kondisi lapangan, sehingga dapat mengambil langkah-langkah antisipasi yang diperlukan,” kata Christina, mengutip laman parlementaria DPR RI, Jumat (20/1/2023).

Christine juga mengungkapkan, penangkapan Gubernur Papua nonaktif yakni Lukas Enembe oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada beberapa waktu lalu membuat dinamika politik Papua bergejolak. Ia mengkhawatirkan kelompok-kelompok bersenjata kemungkinan akan memanfaatkan situasi untuk mengganggu keamanan sipil.

Sementara itu, Anggota Komisi I DPR RI, Dave Akbarshah Fikarno juga menyinggung hal yang sama. “Kemarin sempet ada gejolak, tapi saya yakin tidak berlangsung lama,” kata Dave, mengutip laporan pada laman yang sama.

Sebelumnya pimpinan Polri dan TNI dilaporkan mengunjungi Papua pada Senin (9/1/2023) lalu. Kunjungan  tersebut dalam rangka pemberian arahan kepada prajurit TNI-Polri yang melaksanakan tugas di sana sekaligus melakukan peninjauan Alutsista yang berada di wilayah Timika.

Disamping itu, DPR juga mengimbau agar pemerintah menggunakan langkah-langkah humanis dalam menyikapi dinamika di Papua. "DPR akan terus mendorong upaya damai dalam menyikapi berbagai dinamika keamanan di Tanah Papua. Pemerintah pusat perlu memastikan langkah persuasif dialogis dengan berbagai pihak agar Papua bisa kembali aman dan damai," lanjut Christina.

(ibn/ezr)

No more pages