Bloomberg Technoz, Jakarta - Donald Trump diduga mengalami percobaan penembakan saat kampanye, namun kemudian laporkan calon presiden dari Partai Republik Amerika Serikat (AS) dalam keadaan “baik–baik saja”.
Usai suara letusan terjadi dilarikan dari panggung saat rapat umum di Butler, Pennsylvania seperti disampaikan tim kampanye. Kondisi Trump masih dalam evaluasi tim medis.
Menurut laporan Bloomberg News, Donald Trump terlihat memegang telinganya setelah suara letupan keras terdengar di rapat umum tersebut. Agen-agen Secret Service bergegas ke panggung, meneriakkan “tiarap” dan membentuk lingkaran di sekitar mantan presiden tersebut.

Donald Trump mengeluarkan darah di telinga kanannya, seperti juga banyak terekam di unggahan media sosial. Orang-orang lain di rapat umum juga tampak terluka, menurut seseorang di acara tersebut.
Donald Trump berulang kali mengepalkan tinjunya ke udara dan melambaikan tangan ke kerumunan sebelum keluar dari panggung dengan dikerumuni para agen.
Secret Service turut menyatakan capres AS itu dalam keadaan aman sambil tim keamanan mengupayakan perlindungan.
“Ini sekarang menjadi penyelidikan aktif Secret Service dan informasi lebih lanjut akan dirilis jika tersedia,” Anthony Guglielmi, juru bicara Secret Service dalam sebuah posting di X.
As blood drips off his face after what appears to be an assassination attempt, President Trump pumps his fist defiantly in the air as Secret Service escorts him off stage. pic.twitter.com/WcKc27NZ0S
— Charlie Kirk (@charliekirk11) July 13, 2024
Juru bicara Trump, Stephen Cheung usai Trump diduga ditembak menjelaskan bahwa Trump berterima kasih atas upaya penegak hukum dan respons cepat atas upaya penembakan ini.
“Dia baik-baik saja dan sedang diperiksa di fasilitas medis setempat. Rincian lebih lanjut akan menyusul.”

Menurut jaksa wilayah Butler County kepada Associated Press, penembaknya telah tewas.
-Dengan asistensi Hadriana Lowenkron.
(ibn/wep)