Bloomberg Technoz, Jakarta - Insiden buruk kembali menimpa produsen pesawat asal Amerika Serikat (AS), Boeing Co. Sebuah pesawat Boeing 737-800 terpaksa menunda penerbangan usai ban pesawat meledak saat lepas landas di Bandara Internasional Tampa, Florida.
Melansir Tampa Bay Times, video yang diunggah di YouTube oleh pengguna bernama Kapten Steven Markovich menunjukkan sebuah pesawat American Airlines sedang meluncur di landasan pacu saat ban sebelah kanan terbakar dan asap memenuhi udara pada Rabu (10/7/2024) pagi waktu setempat. Video tersebut menunjukkan percikan api dan serpihan ban yang tertinggal di landasan pacu.
Joshua Gillin, juru bicara bandara, mengatakan dalam sebuah email bahwa para petugas tanggap darurat dipanggil sesaat sebelum pukul 8 pagi. Para penumpang dan kru pesawat keluar dari pesawat dan dibawa ke Airside F, dan operasi penerbangan lainnya tidak terpengaruh.
Tidak ada korban luka yang dilaporkan, menurut juru bicara American Airlines, Ethan Klapper, yang mengatakan bahwa ada 174 penumpang dan enam kru dalam pesawat tersebut. Klapper mengatakan, pesawat tersebut mengalami masalah mekanis yang berkaitan dengan ban sebelum lepas landas.
"Para penumpang turun dengan selamat dan diantar ke terminal," kata Klapper dalam sebuah email. "Kami tidak pernah ingin mengganggu rencana perjalanan pelanggan kami dan meminta maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkannya."
Boeing menghadapi pengawasan ketat setelah salah satu pesawat jetnya mengalami ledakan di dalam pesawat pada Januari. Sumbat pintu pada pesawat Boeing 737 Max 9 Alaska Airlines yang relatif baru meledak saat terbang di atas Oregon pada 5 Januari. Tidak ada yang terluka dalam insiden tersebut.
Pada April, perusahaan melaporkan bahwa mereka merugi sebesar US$355 juta karena turunnya pendapatan pada kuartal pertama di tengah kontroversi ini. Pada Mei, perusahaan menjelaskan secara rinci kepada regulator federal tentang bagaimana mereka berencana untuk meningkatkan kualitas dan keamanan, termasuk peningkatan inspeksi dan kontrol yang lebih ketat terhadap para pemasok.
(ros/hps)