Logo Bloomberg Technoz

Bloomberg Technoz, Jakarta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan bakal melakukan kajian kembali atas kebijakan relaksasi ekspor bijih bauksit yang telah dicuci (washed bauxite) dengan kuota terbatas, usai sudah dilarang sejak Juni 2023.

Adapun, pernyataan ini dilontarkan usai Wakil Ketua Komisi VII Maman Abdurrahman mendorong Kementerian ESDM mendesak kementerian melakukan kajian dalam memberikan relaksasi ekspor washed bauxite.

Sekretaris Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Siti Sumilah Rita Susilawati mengatakan kajian relaksasi ekspor bauksit dengan kuota terbatas itu bakal mempertimbangkan beberapa aspek.

“[Aspek tersebut] antara lain perekonomian masyarakat setempat, rencana dan progres pembangunan smelter bauksit di dalam negeri, termasuk peraturan perundang-undangan yang berlaku saat ini terkait dengan tata kelola ekspor bauksit, dan aspek lainnya,” ujar Rita kepada Bloomberg Technoz, dikutip Rabu (10/7/2024). 

Bauksit yang telah dicuci atau washed bauxite./Bloomberg-Paulo Fridman

Sebelumnya, Maman menggarisbawahi relaksasi tersebut sebaiknya hanya dilakukan dengan kuota terbatas, dengan tetap mendorong pembangunan pabrik pemurnian atau smelter di dalam negeri.

Terlebih, perekonomian di daerah Kalimantan Barat —sebagai daerah dengan sumber daya alam (SDA) bauksit terbesar — sangat terdampak dengan kebijakan pelarangan ekspor tersebut.

“Poinnya, pada saat ingin dibuka ekspor kembali diberikan kuota terbatas. Jadi saya tidak setuju juga kalau dibuka secara besar, tetapi dibuka ruang kuota terbatas untuk bisa ekspor agar ekonomi di Kalimantan Barat relatif agak bergerak,” ujar Maman dalam agenda rapat kerja dengan Menteri ESDM Arifin Tasrif yang disiarkan secara virtual, dikutip Selasa (9/7/2024).

PT Superintending Company of Indonesia atau Sucofindo, perusahaan inspeksi di Indonesia, melaporkan saat ini setidaknya hanya 4 dari 12 smelter bauksit di Indonesia yang sudah beroperasi.

Smelter bauksit yang telah beroperasi di Indonesia adalah PT Indonesia Chemical Alumina (ICA), PT Well Harvest Winning Alumina Refinery, PT Well Harvest Winning Alumina Refinery (ekspansi), dan PT Bintan Alumina Indonesia.

Terbengkalai, Cuma 4 dari 12 Smelter Bauksit Beroperasi di RI (Bloomberg Technoz/Arie Pratama)

Di sisi lain, Asosiasi Pengusaha Bauksit dan Bijih Besi Indonesia (AP3BI) mengatakan kapasitas input bauksit dari smelter yang ada saat ini di Indonesia hanya berkisar antara 12—14 juta ton per tahun.

Sementara itu, menurut Pelaksana Harian Ketua Umum AP3BI Ronald Sulistyanto, penambang bisa menambang bijih bauksit hingga 30 juta ton per tahun.

Dengan demikian, kata Ronald, sisa bijih bauksit yang tidak diolah di smelter yang jumlahnya mencapai sekitar 16 juta ton hanya didiamkan begitu saja.

(dov/wdh)

No more pages