Logo Bloomberg Technoz

Bloomberg Technoz, Jakarta - Seorang pejabat senior Hamas mengatakan bahwa kesepakatan gencatan senjata Gaza yang diusulkan oleh Presiden AS Joe Biden adalah "hanya kata-kata omong kosong" dan kelompok militan Palestina itu belum menerima komitmen tertulis terkait gencatan senjata.

Biden mempresentasikan apa yang disebutnya sebagai rencana tiga tahap Israel yang akan mengakhiri konflik, membebaskan semua sandera, dan mengarah pada rekonstruksi wilayah Palestina yang hancur tanpa Hamas berkuasa.

Namun Osama Hamdan, seorang pejabat Hamas yang berbasis di Beirut, mengatakan kepada AFP: "Tidak ada proposal--itu hanya kata-kata yang diucapkan oleh Biden dalam pidatonya."

"Sejauh ini, Amerika belum memberikan sesuatu yang terdokumentasi atau tertulis yang mengikat mereka pada apa yang dikatakan Biden dalam pidatonya," katanya dari ibu kota Lebanon, dilansir Al Arabiya, Jumat (7/6/2024).

Hamdan mengatakan bahwa Biden "mencoba menutupi penolakan Israel" terhadap kesepakatan lain yang ditawarkan sebelumnya pada Mei, yang telah disetujui oleh Hamas.

Ia mengatakan Hamas bersedia menerima kesepakatan apa pun yang memenuhi tuntutan utama gerakannya yaitu gencatan senjata permanen di Gaza dan penarikan pasukan Israel sepenuhnya dari wilayah tersebut.

Tak lama setelah Biden mengumumkan rencana tersebut, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa peta jalan tersebut hanya "sebagian".

Amerika Serikat, bersama dengan Qatar dan Mesir, telah terlibat dalam negosiasi selama berbulan-bulan mengenai rincian gencatan senjata di Gaza.

Namun, kecuali jeda selama tujuh hari yang dimulai pada November, yang berujung pada pembebasan lebih dari 100 sandera, belum ada jeda dalam pertempuran.

Perang di Gaza dipicu oleh serangan Hamas pada 7 Oktober, yang mengakibatkan tewasnya 1.194 orang, sebagian besar warga sipil, menurut penghitungan AFP berdasarkan angka-angka resmi Israel.

Militan juga menyandera 251 orang, 120 di antaranya masih berada di Gaza, termasuk 41 orang yang menurut tentara Israel telah tewas.

Serangan militer Israel ke Gaza sejak saat itu telah menewaskan sedikitnya 36.654 orang, sebagian besar warga sipil, menurut kementerian kesehatan.

(red/ros)

No more pages