Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini bergerak optimis di zona hijau dengan penguatan 35,34 poin atau 0,55% ke level 6.840 pada perdagangan Senin (3/4/2023). Hari ini jam perdagangan sudah berlaku kembali normal, penutupan perdagangan pada pukul 16:01:00 - 16:15:00.
Indeks LQ45 terpantau ikut menguat, dengan kenaikan 7,22 poin (0,77%) ke level 944,9. Sementara kurs rupiah terpantau menguat 0,34% ke level Rp 14.995/US$.
IHSG terpantau langsung bergerak menguat pada pembukaan awal perdagangan pagi hari ini, dengan bergerak di antara level 6.832 - 6.845.
Nilai perdagangan pagi hari mencapai Rp 490 miliar dari 900 miliar lembar saham yang ditransaksikan. Tercatat ada penguatan 212 saham dan pelemahan 151 saham. Sisanya 211 saham stagnan.
Sektor saham energi dan konsumen non primer sementara ini jadi yang paling tinggi penguatannya. Sementara itu, sektor saham kesehatan mengalami pelemahan.
Pada perdagangan kemarin IHSG ditutup terkoreksi 3,67 poin atau 0,05% ke level 6.805,28. Sementara Ajaib Sekuritas dalam laporan memperkirakan IHSG bergerak pada level 6.785 - 6.870. Saham-saham yang jadi rekomendasi pada perdagangan hari ini adalah PT Mayora Indah Tbk (MYOR), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT).
Sementara itu, Tim Research Phillip Securities Indonesia merekomendasikan, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT Singaraja Putra Tbk (SINI), dan PT Dewi Shri Farmindo Tbk (DEWI).
Hari ini jam perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali ke era sebelum pandemi. Dimana pada hari Senin hingga Kamis berlangsung mulai 09:00-12:00 untuk sesi I dan 13:30-15:49:59 untuk sesi II. Sedangkan hari Jumat, sesi I berlangsung 09:00-11:30, dan sesi II 14:00-15:49:59.
Pada perdagangan regional Asia, bursa saham diproyeksikan bergerak bervariasi hari ini. Berdasarkan data sementara ini indeks Straits Times Singapore naik 0,61%, dan indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,11%.
Adapun indeks utama Dow Jones ditutup menguat pada perdagangan sebelumnya, dengan mencatatkan kenaikan 415 poin dengan penguatan 1,26%.
Mengutip Bloomberg News, harga minyak melesat pada perdagangan awal pekan ini setelah OPEC+ secara tidak terduga mengumumkan pemotongan produksi. Pelaku pasar mengkhawatirkan terjadi peningkatan inflasi akibat aksi tersebut.

Pada perdagangan pagi ini, harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei 2023 melonjak 7,1% menjadi US$ 81,07/barel. Kontrak futures bahkan sempat naik sampai 8%.
Sementara yang jenis Brent untuk pengiriman Juni 2023 harganya naik 7,1% ke US$ 85,55/barel.
(fad/wep)