Logo Bloomberg Technoz

Bloomberg Technoz, Jakarta - Harga CPO ditutup stagnan pada perdagangan kemarin. Namun, harga komoditas ini masih berada di tren positif.

Pada Senin (3/6/2024), harga CPO di Bursa Malaysia untuk pengiriman 3 bulan mendatang ditutup di MYR 4.079/ton. Sama persis dengan posisi penutupan akhir pekan lalu.

Dalam sepekan terakhir, harga CPO naik 5,35% secara point-to-point. Selama sebulan ke belakang, harga bertambah 5,59%.

Kenaikan harga minyak nabati lainnya ikut mengantar CPO ke zona hijau. Dalam sebulan terakhir, harga minyak biji bunga matahari dan rapeseed naik masing-masing 7,68% dan 2,02%.

Saat minyak nabati pesaing makin mahal, keuntungan untuk beralih ke CPO pun meningkat. Permintaan naik sehingga harga mengikuti.

Analisis Teknikal

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), CPO masih menghuni zona bullish. Tercermin dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 60,27. RSI di atas 50 mengindikasikan suatu aset berada di posisi bullish.

Namun perlu diperhatikan indikator Stochastic RSI sudah menyentuh 100. Sudah paling tinggi, sangat jenuh beli (overbought).

Oleh karena itu, risiko koreksi harga CPO pun meninggi. Target support terdekat adalah MYR 3.987/ton. Jika tertembus, maka MYR 3.939/ton bisa menjadi target selanjutnya.

Sementara ruang kenaikan harga pun makin terbatas, Target resisten terdekat ada di rentang MYR 4.089-4.090/ton.

(aji)

No more pages