Logo Bloomberg Technoz

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rencana merger PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) dan PT XL Axiata Tbk (EXCL) dinilai akan menjadikan kedua perusahaan menjadi operator terbesar ketiga di Indonesia.

Ini dikarenakan jika EXCL dan FREN resmi bergabung, akan menciptakan penggabungan pendapatan dan jumlah pelanggan dari raksasa operator telekomunikasi Tanah Air yang kini dipegang oleh PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dan PT Indosat Tbk (ISAT).

"Jika kesepakatan ini terwujud, kombinasi XL (EXCL) dan SmartFren (FREN) akan menciptakan operator seluler terbesar ke-3 di Indonesia dalam hal pendapatan dan jumlah pelanggan," ujar analis CGS Internasional Bob Setiadi dan Rut Yesika dalam risetnya, dikutip Kamis (30/5/2024).

Kedua analis juga berpandangan bahwa kedua entitas hasil merger FREN dan EXCL tersebut akan memiliki kualitas jaringan yang lebih baik, dan mampu bersaing. Ini seiring dengan FREN yang memiliki bandwidth spektrum 800 MHz dan 2.300 MHz.

Saat ini, CGS Internasional juga mencatat pendapatan rata-rata pengguna atau ARPU FREN memang masih lebih rendah, yakni Rp26 ribu, dibandingkan EXCL yang Rp43 ribu. Rasio biaya operasional terhadap pendapatan FREN juga lebih tinggi dari EXCL dengan porsi 55,9% dan 51,3%.

"Karena diskusi masih dalam tahap awal, belum ada pembicaraan mengenai potensi sinergi biaya. Namun, berdasarkan penggabungan Indosat dan Hutchison, kami memperkirakan penghematan biaya operasional dan belanja modal untuk entitas gabungan akan mencapai sekitar 15% selama 3-4 tahun."

Berdasarkan laporan tahunan masing-masing perseroan, EXCL mengoperasikan sekitar 163.000 menara BTS. Sementara, FREN sebanyak 49.000 BTS.

Kemudian, TLKM masih menduduki posisi pertama dengan mengoperasikan sebanyak 247 ribu menara BTS. ISAT tercatat mengoperasikan 179 ribu BTS hingga akhir 2023. 

Jika EXCL dan FREN bergabung, maka porsi pengoperasian menara BTS-nya akan melampaui ISAT. 

Sementara itu, hingga akhir 2023, total jumlah pelanggan saat ini juga masih dipegang oleh TLKM dengan 151,8 juta diikuti posisi kedua oleh ISAT sebanyak 98,8 juta. Sementara itu, EXCL sebanyak 57,5 juta. FREN tercatat sebanyak 36,2 juta per semester 1 2023.

"Kami percaya konsolidasi pasar seluler Indonesia akan direspon positif oleh investor karena dapat memperbaiki persaingan harga dan memungkinkan semua perusahaan telekomunikasi untuk fokus pada peningkatan kualitas jaringan mereka."

Meski begitu, keduanya masih merekomendasikan hold saham EXCL dengan penetapan target harga di Rp2.450/saham.

Head Customer Literation and Education Kiwoom Sekuritas, Octavianus Audi memiliki pandangan senada.

Ia menilai, merger EXCL dan FREN akan meningkatkan nilai tambah kedua perusahaan. Ini menjadi modal penting untuk tetap kompetitif di industrinya.

"Kami melihat potensi efisiensi dan memanfaatkan sinergi bisnis kedepannya. Bahkan dengan BTS [Base Transceiver Station] yang sudah dioperasikan oleh FREN dan EXCL akan menjaga persaingan dengan kompetitor lainnya," jelas Audi.

(ibn/dhf)

No more pages