Logo Bloomberg Technoz

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ratusan ribu ikan mati di sebuah waduk di provinsi Dong Nai, Vietnam selatan. Menurut penduduk setempat, gelombang panas dan pengelolaan waduk menjadi penyebabnya.

"Semua ikan di waduk Song May mati karena kekurangan air," kata seorang penduduk lokal di distrik Trang Bom, yang mengidentifikasi diri sebagai Nghia, seperti diberitakan Channel News Asia.

Seperti sebagian besar wilayah Asia Tenggara lainnya, di mana sekolah-sekolah terpaksa ditutup lebih awal dan penggunaan listrik melonjak, Vietnam bagian selatan dan tengah terdampak cuaca panas yang dahsyat.

Menurut laporan media lokal, daerah tersebut tidak mengalami hujan selama berminggu-minggu. Air di waduk terlalu rendah bagi mahkluk hidup untuk bertahan hidup.

Menurut Nghia, pengelola waduk sebelumnya telah menyalurkan air di waduk untuk menyelamatkan tanaman di hilir.

"Mereka kemudian mencoba merenovasi waduk, membawa pompa untuk mengeluarkan lumpur sehingga ikan-ikan punya banyak ruang dan air," katanya.

Namun, upaya tersebut tidak berhasil. Tak lama setelahnya, banyak ikan yang mati. Menurut media lokal, sebanyak dua ratus ton ikan mungkin telah mati.

Surat kabar Tuoi Tre melaporkan bahwa perusahaan yang bertanggung jawab mengelola danau telah mulai melakukan pengerukan pada awal 2024. Awalnya, mereka berencana melepaskan air tambahan ke dalam reservoir untuk ikan.

"Tetapi karena gelombang panas yang tak henti-hentinya, investor melepaskan air ke daerah hilir sehingga menyebabkan permukaan air turun. Akibatnya, ikan mati secara massal," lapor surat kabar tersebut.

Waduk tersebut merupakan sumber air untuk tanaman di distrik Trang Bom dan Vinh Cuu di provinsi Dong Nai. Pihak berwenang mengatakan sedang menyelidiki insiden tersebut sambil berusaha mengeluarkan ikan-ikan yang mati secepatnya.

Menurut prakiraan cuaca, suhu di provinsi Dong Nai, 100 km sebelah barat Kota Ho Chi Minh, mencapai sekitar 40 derajat Celcius pada bulan April. Angka tersebut memecahkan rekor suhu tertinggi yang tercatat pada tahun 1998.

(del)

No more pages