Robert Burnson—Bloomberg News
Bloomberg, Tesla Inc digugat oleh seorang mantan karyawan yang mengklaim bahwa keputusan perusahaan untuk memberhentikan (PHK) sekitar 10% dari total karyawan telah melanggar hukum karena tidak memberikan pemberitahuan sebelumnya.
Sepanjang bulan April kabar PHK Tesla terus hadir, dengan awal menyebut menyisakan 90% karyawan tetap bekerja merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam penghematan global.
Jika pemangkasan ini berlaku di seluruh perusahaan, pemecatan akan mencapai lebih dari 14.000 karyawan.Bloomberg News mengabarkan usai melihat memo yang ditulis langsung oleh CEO Elon Musk dalam sebuah email kepada para stafnya.
Daya dorong PHK juga efek dari perlambatan permintaan kendaraan listrik hingga harus mengurangi biaya. Beberapa analis memperkirakan bahwa penjualan mobil listrik ini berpotensi menyusut untuk tahun ini, dengan alasan lambatnya produksi model terbarunya—Cybertruck—dan jeda dalam produk baru hingga perusahaan mulai memproduksi kendaraan generasi berikutnya pada akhir tahun depan.
Tesla “bertindak dengan sengaja dan dengan ketidakpedulian yang disengaja dan secara sadar mengabaikan hak-hak karyawannya” dengan tidak memberikan peringatan 60 hari ke depan seperti yang diamanatkan oleh hukum California, menurut pengaduan yang diajukan di pengadilan negara bagian di San Jose, California.
Produsen mobil listrik ini menghadapi klaim serupa ketika memberhentikan lebih dari 500 karyawan di pabrik baterainya di dekat Reno, Nevada, pada tahun 2022.
Perusahaan memenangkan keputusan yang mendorong perselisihan tersebut keluar dari pengadilan federal di Austin, Texas, dan masuk ke arbitrase.

Tesla tahun lalu mencatat jumlah karyawan sebanyak 140.473, hampir dua kali lipat dari jumlah karyawan tiga tahun sebelumnya. Tesla telah meningkatkan produksi di dua pabrik--atu di Austin, dan satu lagi di luar Berlin-yang mulai memproduksi kendaraan sport utility vehicle (SUV) Model Y pada awal tahun 2022.
Perusahaan mulai memangkas harga di seluruh jajaran produknya karena fasilitas-fasilitas tersebut mencapai volume yang lebih tinggi.
Saham Tesla telah merosot 31% tahun ini, termasuk di antara saham-saham berkinerja terburuk di Indeks S&P 500. Pada pekan lalu saham Tesla berada di titik terendah sejak bulan Mei 2023.

Untuk diketahui sebelumnya Tesla melaporkan pengiriman kendaraan yang buruk pada awal bulan, meleset dari ekspektasi dengan selisih yang cukup besar dan membukukan penurunan kuartalan pertama dalam empat tahun.
(bbn)