Logo Bloomberg Technoz

Bloomberg Technoz, Jakarta - Perdana Menteri Papua Nugini James Marape menuding Joe Biden mencemarkan nama baik negara tetangga Indonesia tersebut dengan menyiratkan bahwa paman presiden AS itu telah dimakan oleh 'kanibal' di sana selama Perang Dunia II.

Marape mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Minggu (21/04/2024) bahwa Biden "tampaknya menyiratkan bahwa pamannya dimakan oleh kanibal."

"Perkataan Presiden Biden mungkin hanya salah bicara, namun negara saya tidak pantas dilabeli seperti itu," kata Marape dalam sebuah pernyataan pada Senin (22/04/2024) seperti dilaporkan Associated Press.

"Perang Dunia II bukan kesalahan rakyat saya, namun mereka terlibat dalam konflik yang bukan perbuatan mereka," lanjutnya.

Biden bicara di sebuah tugu peringatan perang di Pennsylvania pekan lalu tentang pamannya, seorang penerbang di Korps Udara Angkatan Darat, Letnan Dua Ambrose J. Finnegan Jr., yang menurutnya ditembak jatuh saat berada di atas Papua Nugini, tempat pertempuran sengit terjadi.

"Mereka tidak pernah menemukan jasadnya karena di bagian Papua Nugini itu, dulunya ada banyak kanibal," kata Biden merujuk pada pulau utama negara itu.

Juru bicara Gedung Putih Karine Jean-Pierre mengatakan pada Jumat (19/04/2024) bahwa Biden berbicara tentang keberanian pamannya, dan banyak anggota militer AS yang mempertaruhkan nyawa mereka.

"Ia sangat serius mengenai hal ini. Pamannya, yang melayani dan melindungi negara ini, kehilangan nyawanya saat bertugas. Dan hal itu seharusnya penting," katanya.

Kisah Biden bahwa pesawat Finnegan ditembak jatuh tidak didukung oleh catatan militer. Menurut laporan Pentagon, Finnegan adalah penumpang di pesawat transportasi Douglas A-20 Havoc yang jatuh ke laut setelah kedua mesinnya gagal pada 14 Mei 1944.

Seorang anggota awak selamat, tetapi tidak ada jejak yang ditemukan dari pesawat atau tiga orang lainnya di dalam pesawat, termasuk Finnegan.

Marape, dalam pernyataannya, meminta AS untuk menemukan jenazah pada korban perang di hutan Papua Nugini, dan membersihkan puing-puing sisa perang.

"Reruntuhan Perang Dunia II tersebar di seluruh Papua Nugini, termasuk pesawat yang membawa paman Presiden Biden," kata Marape.

"Mungkin, mengingat komentar Presiden Biden dan reaksi kuat dari Papua Nugini serta bagian lain dunia, sudah waktunya bagi AS untuk menemukan sebanyak mungkin jenazah korban Perang Dunia II di Papua Nugini, termasuk mereka yang kehilangan nyawa seperti Ambrose Finnegan," katanya.

(del)

No more pages