Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) membukukan laba bersih sebesar Rp 2,05 triliun. Jumlah tersebut turun 15,39% year-on-year (yoy) dari laba bersih pada 2021 sebesar Rp 2,39 triliun.
Dari sisi pendapatan, MNCN juga mencatatkan penurunan dari Rp 10,01 triliun menjadi Rp 9,06 triliun atau merosot 9,45% yoy. Pendapatan tersebut terdiri dari pendapatan iklan sebesar Rp 7,82 triliun atau turun 15,05% dari Rp 9,2 triliun pada 2021.
“Penurunan [pendapatan] ini terutama disebabkan oleh implementasi analog switch off /ASO [pemadaman siaran analog] ini di wilayah Jabodetabek pada kuartal IV-2022, yang mengakibatkan banyak pengiklan menahan pengeluaran pemasaran mereka, terutama pada TV FTA yang mewakili sebagian besar dari pendapatan perseroan sekitar 58% pada 2022,” ungkap MNCN dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Sabtu (25/3/2023).
Sementara itu, sejumlah pendapatan mengalami peningkatan yaitu pendapatan konten dan IP naik 21,69% menjadi Rp 1,79 triliun, pendapatan berlangganan naik 12,19% menjadi Rp 422,52 miliar, dan pendapatan lainnya naik 5,58% menjadi Rp 101,58 miliar.
Beban langsung perusahaan turun menjadi Rp 3,99 triliun dari Rp 4,24 triliun atau sebanyak 5,72%. Namun, MNCN mengalami peningkatan kerugian kurs mata uang asing ke Rp 26,6 miliar dari kerugian sebesar Rp 14,88 miliar pada 2021 atau naik 78,75%.
MNCN juga mencatatkan beban lain-lain sebesar Rp 17,09 miliar setelah tahun mencatatkan pendapatan lain-lain sebesar Rp 10,85 miliar.
Dari sisi aset, terjadi peningkatan sebesar 7,41% menjadi Rp 22,42 triliun dari Rp 20,87 triliun. Sementara, total liabilitas mengalami penurunan 19,38% dari Rp 3,11 triliun menjadi Rp 2,51 triliun.
Selain itu, ekuitas perusahaan mengalami kenaikan 12,11% ke Rp 19,9 triliun dari Rp 17,75 triliun.
(tar/wdh)